Terkait Kasus Ferdinand Hutahaean, MUI Tetap Tegas
Minggu 09-01-2022,04:00 WIB
Radartasik.com, JAKARTA — Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis menyampaikan pernyataan tegas terkait twit Ferdinand Hutahaean tentang ”Allahmu lemah” melalui akunnya di media sosial, twitter.
Pengakuan
Ferdinand sebagai mualaf sejak 2017, menurut Kiai
Cholil Nafis, tidak bisa menjadi pembenar atas cuitan tersebut. ”Sebenarnya tidak perlu menanyakan agamanya apa, mualaf atau tidaknya,” kata dia kepada JPNN.com, Sabtu (8/1/2022).
Kiai
Cholil Nafis menegaskan selama yang dilakukan mantan politikus Partai Demokrat itu membandingkan Tuhan yang dia percaya dengan Tuhan yang disembah orang lain, itu tetap tidak dibenarkan.
”Menurut keputusan Ijtima ulama MUI, itu adalah penodaan agama,” ucap Kiai
Cholil.
Cholil Nafis menyebut hal semacam itu juga dianggap menghina dan melecehkan Tuhan yang disembah.
Karena itu, dia mengapresiasi langkah tegas Polri yang langsung merespons laporan Ketua KNPI Haris Pertama. ”Saya mengapresiasi polisi yang cepat memprosesnya agar tidak lama membuat kegaduhan,” ujar dia.
Ferdinand sebelumnya menuliskan cuitan ”Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela.”
Setelah cuitan itu menimbulkan kontroversi,
Ferdinand menghapusnya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri itu juga membuka identitas dirinya yang seorang mualaf sejak 2017. ”Saya mohon maaf dengan segala kerendahan hati atas kekeliruan saya,” ujar
Ferdinand.
Menurut
Ferdinand, ada orang yang tidak mengenal dan tidak tahu bahwa dirinya seorang muslim. Orang itu telah menuduhnya dengan kalimat yang tidak tepat.
Terutama, tentang identitas agamanya yang dianggap nonmuslim sehingga menjadi gaduh. ”Saya adalah seorang muslim, seorang mualaf sejak 2017,” tutur
Ferdinand.
(mcr8/fat/jpnn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: