Dahlan Iskan Ungkap Modus Korupsi dan Akal-akalan Pengadaan Batu Bara di PLN
Sabtu 08-01-2022,16:20 WIB
Radartasik.com, JAKARTA — Pemerintah baru-baru ini telah mengeluarkan larang ekspor batu bara dengan alasan untuk menjaga pasokan dalam negeri yang cukup besar. Salah satunya untuk kebetuhan listrik PLN agar aman.
Sebab hingga saat ini, untuk memproduksi listrik pembangkit listrik, baik itu milik
PLN maupun swasta, masih banyak menggunakan
batu bara sebagai bahan bakar penghasil uap, yang menggerakkan turbin penghasil listrik.
Nah, bicara soal
batu bara ini, mantan Menteri BUMN yang juga pernah menjadi Direktur Utama
PLN,
Dahlan Iskan mengungkap soal modus atau akal-akalan korupsi terkait batu-bara ini di tubuh
PLN.
Dalam wawancara di Youtube Channel Akbar Faizal Uncensored, yang tayang pada Kamis, (06/01/2022),
Dahlan Iskan mengatakan, saat menjabat sebagai Dirut
PLN periode 2009-2011, pasokan
batu bara menjadi fokus perhatian dirinya untuk dibenahi. Sebab, jika pasokan
batu bara sesuai spesifikasi yang dibutuhkan
PLN, maka perusahaan milik negara ini bisa menghemat banyak anggaran operasional.
“Semua orang tahu, bahwa belum tentu
batu bara yang dikirim ke
PLN itu memenuhi spesifikasi. Kemudian waktu itu, seandainya itu bisa sesuai spesifikasi,
PLN bisa menghemat berapa. Kemudian itu kita cegat di seluruh dermaga
PLN dan petugas yang jaga di pelabuhan itu. Itu kan petugas yang relatif paling bawah di
PLN, seandainya disogok, gak usah Rp100 juta, disogok Rp10 juta kan sudah lebih besar dari gajinya waktu itu,” katanya.
Saat menjadi Dirut
PLN,
Dahlan Iskan mengaku sangat sulit untuk menertibkan praktik korupsi di pengadaan
batu bara ketika itu.
“Sangat sulit menegakkan disiplin di sana, karena nilai kapal yang merapat itu kan puluhan miliar, Rp40 miliar (nilainya). Padahal ini kan kalau ditolak, ruginya Rp40 miliar. Daripada rugi Rp40 miliar, nyogok Rp100 juta apa susahnya,” ucapnya.
Meski demikian, dengan dukungan tim direksi yang satu frekuensi dengan komitmen bersih-bersih,
Dahlan Iskan berhasil mendisiplinkan pengadaan
batu bara.
“Sehingga waktu itu, kita sampai memberi penghargaan, siapa yang berani menolak kapal pengangkut
batu bara yang tidak memenuhi spesifikasi, kita pahlawankan disitu dan itu ada,” ungkap Dahlan.
Usai tak menjabat sebagai Dirut
PLN,
Dahlan Iskan tak memungkiri menjadi “bulan-bulanan” oknum yang merasa dibuat susah olehnya ketika menjadi Dirut
PLN.
“Tapi memang itu sakit sekali bagi yang baru bara-nya ditolak itu. Tapi itulah yang terjadi,” tandasnya. (jun/git/fin)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: