Operasi Pasar, Siap-Siap Harga Minyak Goreng Bakal Turun Drastis

Operasi Pasar, Siap-Siap Harga Minyak Goreng Bakal Turun Drastis

Radartasik.com — Masih belum stabilnya harga minyak goreng dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi USD 1.340/MT. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan, kenaikan harga CPO itu mengakibatkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan. Namun siap-siap bahwa pemerintah bakal menyetabilkan harga minyak goreng lewat digencarkannya operasi pasar.  

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berjanji untuk menjalankan perintah presiden dalam upaya menekan harga minyak goreng. Salah satunya, menggelar operasi pasar dengan melepas 4 juta liter dari 11 juta liter minyak goreng. 

”Sampai hari ini (kemarin, Red) kita masih mengadakan operasi pasar untuk 11 juta liter minyak goreng di 47.000 gerai pasar modern. Hari ini sudah mencapai 4 juta. Jadi, 7 jutanya on going,'' ujar Lutfi.

Menurut dia, produksi minyak goreng kemasan akan dilanjutkan. Mengingat, masih ada 7 juta liter yang harus disebar. Pihaknya bersama jajaran terkait, mengupayakan proses produksi bisa berlangsung pada awal pekan depan. 

”Kita akan mulai, mudah-mudahan produksi segera berlangsung tidak akan lebih lama dari awal minggu depan. Sehingga di akhir minggu depan mencapai hampir seluruh pasar yang dipantau oleh Kementerian Perdagangan,'' sambungnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menanggapi adanya gejolak harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur ayam, dan sejenisnya. Dia mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan upaya antisipasi untuk menangani gejolak harga kebutuhan pokok tersebut. ''Yaitu, melalui penjualan atau operasi pasar oleh menteri perdagangan, sudah dilakukan,'' katanya di sela peresmian enam rumah ibadah di Universitas Pancasila, Jakarta, kemarin.

Ma'ruf berharap, gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut merupakan fenomena Natal dan tahun baru (Nataru) saja. Harapannya, ketika momen Nataru selesai, harga-harga kembali stabil. Meski begitu, Wapres mengatakan bahwa kegiatan operasi pasar tetap dilanjutkan. Selain itu, pemerintah akan terus melakukan upaya pengendalian harga lainnya.

Ma'ruf juga menyampaikan perhatian kepada pihak-pihak yang memiliki stok kebutuhan pokok. Dia meminta jangan sampai gejolak harga di tengah masyarakat digunakan untuk kepentingan pribadi. ''Untuk mencari keuntungan semata,'' tuturnya.

Mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan, pihak-pihak yang memiliki stok kebutuhan pokok untuk dijual diharapkan bisa mengendalikan harga. Dengan begitu, tidak menambah beban atau kesulitan di tengah masyarakat. Apalagi saat ini pemerintah sedang berupaya melakukan pemulihan ekonomi secara keseluruhan. (dee/wan/agf/c6/fal/jpg)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: