Pasien Omicron Surabaya Awalnya Sakit Tenggorokan

Pasien Omicron Surabaya Awalnya Sakit Tenggorokan

Radartasik.com, SURABAYA — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) Dr Erwin Astha Triyono SpPD KPTI dalam keterangannya menjelaskan, kasus pertama Omicron itu terdeteksi pada seorang warga Surabaya berinisial TYC


Dia baru saja berlibur ke salah satu tempat wisata di Indonesia selama lima hari sejak 20 Desember bersama suaminya (SJJ) menggunakan kendaraan pribadi.

Selama berlibur, kata Erwin, TYC selalu menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sepulang dari perjalanan wisata (25/12), TYC mengalami keluhan pada tenggorokan, yaitu merasakan seperti ada lendir.

Pada 28 Desember TYC memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit (RS) dan disarankan swab RT-PCR. Pada hari itu juga TYC melakukan swab RT-PCR dan hasilnya positif dengan CT value 26. 

Mengetahui hasil tersebut, suaminya langsung melakukan tes serupa. Hasilnya negatif. Kamis (30/12) hasil S gene target failure (SGTF) TYC positif varian K417N (Delta Plus) dan probable varian Omicron sehingga TCY diarahkan untuk isolasi di sebuah RS di Surabaya sembari menunggu hasil WGS keluar.

Erwin mengatakan, Dinkes Jatim berkoordinasi dengan Dinkes Kota Surabaya terkait kasus probable Omicron tersebut. Puskesmas setempat melakukan tracing dengan melakukan swab RT-PCR pada kontak erat TYC. Yaitu pada 1 kontak erat serumah dengan hasil negatif, 4 kontak erat keluarga dengan hasil satu positif (TGO) dan tiga lainnya negatif, serta 10 kontak erat tetangga dengan hasil negatif.

Kontak erat dari pasien TYC telah menjalani karantina di rumah selama 14 hari sejak 28/12 di bawah pengawasan puskesmas dan satgas Covid-19 setempat.

Pasien TGO juga melakukan isolasi mandiri di rumah yang berbeda (beda blok) dengan keluarga lainnya. Hingga saat ini kondisi TGO baik dan tidak ada keluhan. 

”Dengan ditemukannya kasus Omicron tersebut, Dinkes Jatim melakukan koordinasi dengan Dinkes Surabaya untuk pelaksanaan surveilans ketat pada kasus sesuai protokol penanganan varian Omicron,” katanya.

Masyarakat Diimbau untuk Tidak Panik
Erwin mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Yang terpenting segera melakukan vaksinasi, terutama untuk kelompok rentan dan lansia. Juga tidak perlu bepergian ke luar daerah jika tidak mendesak dan selalu taat protokol kesehatan.

Terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membenarkan adanya dua warga Surabaya yang terpapar Covid-19 varian Omicron. Dia belum menyampaikan detail RS maupun domisilinya. 

”Pasien masih di RS. Apalagi, ini kasus Omicron baru,” ujarnya. Yang pasti, kata Eri, dua pasien itu adalah keluarga besar. Tetapi bukan keluarga yang tinggal dalam satu rumah.

Pemkot pun bertindak cepat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penularan yang lebih luas. Di antaranya dengan blocking di area rumah warga setempat. Tindakan lainnya ialah mengaktifkan kembali kegiatan swab test seperti yang dulu aktif dilakukan. Lalu swab massal hingga swab hunter.

Petugas akan menyasar tempat-tempat keramaian untuk mencegah penularan. Kegiatan itu akan dilakukan untuk melihat kembali kemungkinan naiknya penularan Covid-19 di Kota Surabaya. ”Ini kita lakukan sekarang. Sambil sosialisasi agar warga disiplin prokes,” tandas Eri. (jp)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: