Gara-gara Tak Terima Ditegur, Pemotor Ini Aniaya Jamaah Masjid Hingga Tewas
Senin 03-01-2022,08:50 WIB
Radartasik.com, LUWU - Polisi berhasil mengungkap motif dibalik pembunuhan jemaah masjid (sebelumnya tertulis imam masjid,red) bernama Yusuf Katubi yang tewas dianiaya di teras masjid di daerah Senga, Belopa, Luwu, Sulsel.
Ternyata motifnya pelaku dendam terhadap korban yang telah menegur dirinya. Saat ini pelaku berinisial AN (22) itu telah diamankan pihak kepolisian.
Yusuf Katubi pertama kali ditemukan bersimbah darah di teras
masjid di Belopa,
Luwu, Sulsel, pada Jumat (31/12/2021) pukul 04.45 Wita.
Korban ditemukan imam
masjid setempat bernama Sudirman, yang hendak salat Subuh di
masjid tersebut.
“(Jadi) yang menemukan pertama itu imam masjidnya, iya Pak Sudirman itu,” kata Kapolres
Luwu AKBP Fajar Dani Susanto, Sabtu (01/01/2022).
Kapolres menyebut saat ditemukan, Yusuf Katubi masih dalam keadaan merintih kesakitan akibat
dianiaya pelaku. Sehingga korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Hanya saja nyawa korban tak tertolong saat dalam penanganan oleh pihak rumah sakit.
AKBP Fajar mengungkapkan dari pemeriksaan awal penyidik, pelaku menganiaya korban karena tak terima
ditegur saat sepeda motor yang dikendarainya nyaris menabrak korban.
Korban awalnya berjalan ke
masjid untuk melaksanakan salat Subuh. Namun pada saat itu korban nyaris diserempet pelaku.
“Masjidnya dekat jalan raya, korbannya mau ditabrak, keserempet,” kata Fajar.
Akibat insiden itu, korban menegur pelaku. Namun pelaku tidak terima lalu mengejar korban hingga ke teras
masjid. Korban pun
dianiaya hingga
tewas bersimbah darah.
Kronologi itu didapatkan dari hasil pemeriksaan tersangka dan CCTV di lokasi.
“Kalau hasil pemeriksaan tersangka dan persesuaian di CCTV itu dipukul pakai batu dengan barang bukti batu yang kita ambil,” ungkap Kasat Reskrim Polres
Luwu AKP Jon Paerunan saat dimintai konfirmasi, Minggu (02/01/2022).
AKP Jon mengatakan korban awalnya dikejar oleh pelaku berinisial AN (22) dari tepi jalan hingga masuk ke area teras
masjid. Korban kemudian dipukuli memakai tangan kosong.
“Setelah dia pukul pakai tangan korban jatuh,” beber Jon.
Selanjutnya pelaku segera mencari batu di area
masjid. Kakek Yusuf yang tidak berdaya kemudian dihantam batu bertubi-tubi.
“Dia keluar dari situ mengambil batu baru kembali memukul, pakai batu kali, batu sungai,” kata Jon.
“Kepalanya yang dipukul batu berulang kali. Hasil visum (dihantam batu sebanyak) tiga kali. Ada kepala bagian depan ada kepala bagian belakang,” kata AKP Jon. (ral/int/pojoksatu)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: