Ke Malioboro Hanya Satu Akses, Jalan Menuju Kuta Ditutup

Ke Malioboro Hanya Satu Akses, Jalan Menuju Kuta Ditutup

Radartasik.com — Kawasan-kawasan wisata populer di berbagai daerah diperkirakan tetap ramai saat malam pergantian tahun. Meski, ada pembatasan kegiatan lantaran situasi pandemi.

Di Jogjakarta, misalnya. Nanti malam akses masuk ke Malioboro tetap dibuka. Hanya, akses ke sana dibuka satu pintu. Pintu-pintu lain yang berpotensi dilewati kendaraan akan ditutup.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, upaya itu dilakukan untuk menekan dan mengendalikan agar tidak terjadi kerumunan saat malam pergantian tahun. Manajemen lalu lintas yang dilakukan bersifat dinamis. ''Malam tahun baru, kita tetap buka Malioboro. Kita mengatur arusnya saja agar tidak menimbulkan kerumunan,'' katanya di kompleks Kepatihan sebagaimana dilansir Radar Jogja, kemarin (30/12).

Biasanya, mengakses Malioboro bisa melalui pintu sirip-sirip dari barat dan timur maupun akses dari utara. Namun, khusus pergantian tahun baru hanya akan dibuka dari sisi selatan, yakni melalui Jalan Mataram. Itu pun akan diterapkan sistem buka tutup sesuai situasi dan kondisi. Dalam kondisi arus lalu lintas penuh, akses tersebut ditutup. ''Semua dari Jalan Mataram, hanya itu. (Pintu) yang lain tidak bisa. Jadi ke Malioboro pun kita sudah mulai seleksi dan batasi juga,'' terangnya.

Selain itu, titik ruas jalan lain yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas akan dijaga petugas untuk mengurai kendaraan. Demikian pula di jalur pedestrian titik nol kilometer akan dilakukan pemagaran lagi agar tidak memicu kerumunan. ''Jadi, yang potensi kerumunan kita tutup. Termasuk lampu tetap kita nyalakan semua, CCTV nyalakan semua, karena itu antisipasi kita,'' tambahnya.

Meski begitu, kegiatan atau event kembang api untuk menyambut pergantian tahun baru dilarang. Pemkot tidak memberikan izin, terutama yang dilakukan di tempat-tempat umum dan berskala besar.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, pembukaan akses penuh menuju pusat Malioboro dilakukan agar tidak terjadi kerumunan masyarakat yang hendak merayakan pergantian tahun. Berdasar pengalaman, ketika Malioboro ditutup sejak pukul 17.00 untuk persiapan malam tahun baru, justru terjadi kerumunan masyarakat. ''Sekarang kan nggak boleh (berkerumun), ya sudah tetap kita aliri kendaraan untuk jalan,'' katanya.

Dari Bali, perayaan malam tahun baru bisa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, Polresta Denpasar akan menutup jalan menuju Pantai Kuta pada pukul 23.00 Wita. Hal itu ditujukan untuk mengurangi kerumunan yang dapat berpotensi menimbulkan klaster baru penularan Covid-19.

Namun, rencana penutupan jalan itu dinilai sebagai kebijakan yang mubazir. Sebab, selama ini kunjungan ke Pantai Kuta diawasi dengan ketat, baik dari aplikasi PeduliLindungi maupun pengawasan secara langsung dari satgas pantai. 

''Kebijakan ini kelihatannya sedikit seram, tanggapan masyarakat akan lain. Apalagi, selama ini kami sudah melakukan pembatasan kunjungan ke Pantai Kuta. Termasuk melakukan pengawasan prokes,” ujar Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista seperti dilansir Bali Express.

Pihaknya tetap mendukung kebijakan dari pemerintah untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Hanya, pria yang hobi bersepeda itu menyarankan agar tidak dilakukan penutupan. ''Sebaiknya diadakan pengawasan dan disediakan pengeras suara untuk mengingatkan penerapan prokes. Itu lebih baik. Tapi, kalau itu kebijakan pemerintah (menutup akses ke Pantai Kuta), kami tentunya tidak bisa berbuat apa-apa,” paparnya.

Lebih lanjut, Wasista menegaskan, masyarakat maupun wisatawan tidak dilarang jika ingin menikmati suasana pantai saat malam tahun baru. ''Tapi, tetap harus mengikuti prokes, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan tentunya yang paling penting kami batasi yang masuk ke pantai maksimal 75 persen,” terangnya. (jpg)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: