Ribuan Jenis Ikan dan Satwa Dilepas di Kebun Raya Mangrove

Ribuan Jenis Ikan dan Satwa Dilepas di Kebun Raya Mangrove

Radartasik.com — Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Ecoton dan Young Budhhist Association melepaskan ribuan jenis ikan di Kawasan Wisata Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Surabaya. Kegiatan itu dilakukan demi menjaga ekosistem di kawasan mangrove terbesar di Pulau Jawa dan juga untuk melestarikan tradisi Fang Sheng yang merupakan salah satu tradisi agama Buddha.

Ketua Ecoton Prigi Arisandi menuturkan, kegiatan itu sangat positif dan patut diapresiasi. Apalagi, mangrove Gunung Anyar merupakan kawasan suaka hewan. Tempat perlindungan beberapa jenis spesies hewan, seperti bulus yang tidak boleh diburu.

”Tentu kegiatan melepaskan ikan dan bulus bisa membantu menyelaraskan harmoni ekosistem keanekaragaman hayati di muara Mangrove. Ini patut dicontoh,” ujar Arisandi.

Mereka juga menggandeng sejumlah elemen masyarakat lain. Mulai dari Gusdurian Peduli hingga Roemah Bhinneka. Secara beriringan, seluruh peserta menaiki kapal nelayan setempat untuk melepaskan ribuan ikan ke muara mangrove Gunung Anyar.

Setelah pelepasan ikan, salah satu panitia Fang Sheng dari Young Budhhist Association Billy Lukito Joeswanto menjelaskan, ribuan satwa air yang dilepas itu di antaranya ikan nila, patin, bawal, gabus, bulus, biawak, dan kepiting. Satwa itu didapatkan dan dibeli dari tambak dan supplier di Kota Surabaya dan sekitarnya.

”Total donasi dari 72 donatur mengumpulkan 200 kilogram ikan nila, 200 kilogram ikan patin, 100 kilogram ikan bawal, 241 ekor biawak, 150 ekor bulus, dan 500 ekor kepiting. Pada saat pelepasan, kami bersama Bhante Nyana Dharmamaitri Mahathera memanjatkan doa bersama, agar semua satwa diberkati karena sudah terjalin jodoh dengan para peserta yang memiliki niat mulia untuk ingin melepas mereka sesuai dengan ekosistem yang sudah tervalidasi pihak Ecoton,” papar Billy.

Dia berharap ikan-ikan itu bisa berkembang biak dan memberi banyak manfaat kepada alam. Kegiatan itu merupakan salah satu ritual Agama Buddha yang dikenal dengan melepaskan makhluk hidup kembali ke alam bebas atau ke habitatnya.

”Ritual ini dalam agama kami dikenal dengan Fang Sheng, yaitu kegiatan melepaskan satwa yang terancam terbunuh ke alam bebas agar kita sebagai manusia terhindar dari marabahaya dan mendapatkan kebaikan karena menolong mahkluk yang menderita,” terang Billy Lukito Joeswanto.

Staf Operasional Pengadministrasian Kebun Raya Mangrove Surabaya Ani Sofiatun menjelaskan, kawasan Mangrove Gunung Anyar merupakan kawasan mangrove terbesar se-Pulau Jawa. Hal itu sudah divalidasi tim peneliti LIPI dan Yayasan Kebun Raya Indonesia.

”Kami berharap kawasan mangrove ini selain bisa dimanfaatkan untuk obyek wisata banyak warga Surabaya atau komunitas masyarakat, juga bisa dimanfaatkan untuk pelepasan satwa yang aman dari perburuan ilegal serta penanaman pohon mangrove untuk mencegah abrasi,” kata Ani. (jpg)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: