Khofifah Siap Jadi Relawan untuk Disuntik Vaksin Merah Putih
Selasa 09-11-2021,19:00 WIB
Radartasik.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Merah Putih. Vaksin itu rencananya disiapkan dalam beberapa skenario.
Vaksin Merah Putih digunakan sebagai booster, digunakan untuk vaksinasi anak-anak usia 5—12 tahun, dan untuk vaksin pertama bagi warga yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Khofifah mengaku siap menjadi relawan bila vaksin Merah Putih digunakan dalam skenario pertama atau digunakan sebagai booster. Vaksin booster digunakan sebagai penambah imunitas.
”Kalau berdasar SOP (standard operation procedure,red) untuk booster, saya siap jadi relawan pertama,” tegas Khofifah ketika mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyerahkan seed vaksin secara simbolis di Universitas Airlangga, Selasa (09/11/2021).
Namun, bila vaksin tersebut akan digunakan untuk mereka yang belum divaksinasi, Khofifah mundur. Sebab Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) itu sudah mendapatkan vaksinasi.
”Saya berdiri di depan untuk uji klinis 1, 2, dan 3,” ucap Khofifah.
Vaksin Merah Putih itu akan memasuki proses uji klinis 1. Terdapat 3 kali uji klinis sebelum vaksin Merah Putih diluncurkan. Masing-masing tahap uji klinis membutuhkan relawan dengan jumlah yang bervariasi.
Khofifah mengatakan, ribuan orang sudah mendaftar, baik melalui Pemerintah Provinsi Jawa TImur maupun melalui pendaftaran yang disediakan RSUD Soetomo. ”Relawan sudah banyak yang daftar ke RSUD Soetomo. Kita sudah siapkan,” kata Khofifah pada Selasa (09/11/2021).
Khofifah menjelaskan, pendaftaran dibuka sejak 12 Oktober saat HUT Jatim ke-76.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, Unair membutuhkan relawan dengan jumlah bervariasi dalam berbagai uji klinis vaksin Merah Putih. Saat ini, Vaksin Merah Putih masih disiapkan uji klinis pertama untuk mengecek keamanan vaksin.
”Rencananya uji klinis tahap 1 untuk tes safety. 100 orang. minta bantuan Bu Gub (Gubernur Khofifah) untuk menyiapkan orangnya,” tutur Budi.
Uji klinis tahap 2, dibutuhkan sekitar 400 orang. Imunitas relawan akan dilihat dalam uji klinis tahap tersebut. ”Tahap 3, bulan berikutnya butuh 3.000 orang. Semoga lancar. Semester kedua tahun depan sudah bisa produksi,” ujar Budi. (jpc)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: