PKBM Tak Sekadar Ijazah, Peserta Didik Didorong Punya Keterampilan dan Jiwa Usaha
Peserta didik PKBM mengikuti kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan pendidikan dan keterampilan.-Radartasik.id -
RADARTASIK.COM - Pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kini diarahkan tidak hanya untuk membantu masyarakat mendapatkan ijazah, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan yang berguna setelah menyelesaikan pendidikan.
Dilansir dari laman radartasik.id, Kepala Bidang Pembinaan PAUD, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Yogi Gum Permana, menyebut PKBM menjadi wadah bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti pendidikan formal.
Menurut Yogi, keberadaan PKBM juga dapat menjadi pilihan bagi peserta didik yang membutuhkan pola belajar lebih fleksibel.
Ia menilai sistem pendidikan nonformal memungkinkan peserta didik belajar dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Sebetulnya PKBM itu ibaratnya bukan buangan. Satu solusi wadah dari pemerintah untuk menampung teman-teman peserta didik yang memang belum sempat mengenyam pendidikan formal,” kata Yogi.
BACA JUGA:10 Warga Situsaeur Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Terima Bantuan Pemkab Garut
Life Skill Jadi Bekal Kemandirian
Yogi menjelaskan, kegiatan di PKBM tidak hanya berfokus pada penyelesaian pendidikan kesetaraan Paket A, B, atau C.
Peserta didik juga dapat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan praktis.
Penguatan life skill dinilai penting agar kemampuan yang diperoleh selama belajar dapat digunakan dalam kehidupan setelah lulus.
Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat membantu peserta didik ketika memasuki dunia kerja.
Selain menjadi pekerja, lulusan PKBM juga memiliki peluang mengembangkan usaha sesuai kemampuan dan minatnya.
BACA JUGA:Kemenhaj Dorong Asrama Haji Beroperasi Sepanjang Tahun, Bukan Hanya Saat Musim Haji
“Life skill itu supaya orang bisa survive. Tidak hanya menjadi pekerja, tapi ingin menjadi entrepreneur. Mau dagang, usaha apa saja. Yang penting dia menjadi seorang pengusaha, sekecil apa pun usahanya,” ujarnya.
Di sisi lain, Yogi menyebut masih ada anggapan di masyarakat bahwa PKBM hanya menjadi tempat untuk memperoleh ijazah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: