Tasikmalaya, Kota Santri yang Menyimpan Cerita dan Tantangan

Tasikmalaya, Kota Santri yang Menyimpan Cerita dan Tantangan

Suasana Taman Kota Tasikmalaya. ayu sabrina / radar tasikmalaya--

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Julukan Kota Santri sudah lama melekat pada TASIKMALAYA

Kota yang penuh pesantren dan tradisi religius ini selalu menjadi kebanggaan warganya. 

Dari sanalah lahir banyak guru, dai, dan aktivis sosial yang membentuk wajah kota dengan nuansa spiritual yang khas.

Namun, seiring perkembangan zaman, muncul berbagai cerita dari generasi muda tentang kehidupan di kota ini. 

BACA JUGA:Redmi 15C: HP Sejutaan dengan Baterai Jumbo dan Layar Besar Hadir di Indonesia

Annisa Resmana, penulis dan putri asli Tasikmalaya, mengenang masa remajanya dengan senyum dan refleksi.

“Dulu, waktu kelas 1 SMP, saya masih bisa pakai rok pendek dan lengan pendek,” kenangnya.

"Setahun kemudian, banyak hal berubah. Semua siswi mulai diwajibkan berkerudung, baik di sekolah negeri maupun swasta," sambungnya.

Pengalaman itu membuatnya melihat bahwa tradisi dan aturan kadang saling bersinggungan, namun selalu meninggalkan pelajaran berharga.

BACA JUGA:Dari Hari Jadi DPR RI hingga Peringatan Anti Uji Coba Nuklir

Menurut Annisa, aturan formal memang penting, tapi kesejahteraan, pendidikan, dan kesempatan bagi masyarakat juga tak kalah penting. 

“Kontribusi seseorang bisa lewat banyak cara. Melalui buku, seni, atau kegiatan sosial selama dilakukan dengan integritas,” ujarnya.

Data BPS 2024 menunjukkan Kota Tasikmalaya masih menghadapi tantangan sosial-ekonomi, dengan sekitar 76 ribu warga hidup di bawah garis kemiskinan. 

Selain itu, laporan DPPKBP3A mencatat adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya perhatian sosial dan perlindungan warganya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait