Ramadhan Tahun Ini Disambut Minyak Goreng Mahal, yang Curah Rp 20 Ribu Per Kg, Waduh…
Sabtu 02-04-2022,17:00 WIB
Reporter:
Usep Saeffulloh|
Editor:
Radartasik.com, TASIK — Menjelang bulan Ramadhan 2022, harga minyak goreng curah masih mahal. Di Pasar Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, minyak curah masih dijual Rp 20 ribu setiap satu kilogramnya. Adapun harga minyak kemasan Rp 48. Ribu setiap dua liternya.
Lilis (43), pedagang sembako di
Pasar Singaparna, menyatakan, saat ini harga
minyak goreng curah masih di jual Rp 20.000 ribu, karena setiap satu liternya dia membeli Rp 18.000.
"Masih mahal dari sananya sehingga masih dijual mahal," kata Lilis kepada radartasik.com Sabtu (2/4/2022).
Menurut dia, untuk stok minyak goreng bulan Ramadhan ini, dimungkinkan stok aman, hanya saja harga yang mahal.
"Stok masih banyak, tidak seperti sebelumnya, dengan harga mahal tetapi stok tidak ada," ungkapnya
Untuk minyak goreng kemasan, kata Lilis, saat ini harga normal yakni Rp 48 ribu setiap dua liternya.
"Harga itu tergantung merek, setok banyak namun harganya masih mahal," kata dia.
Ketua Himpunan
Pasar Singaparna, Piet mengatakan, minyak curah di tingkat pedagang masih mahal meskipun bersubsidi.
"Itu pasti dijual Rp 20 ribu, karena saat ini para pedagang membeli Rp 18 ribu satu kilogramnya," katanya.
Informasi di lapangan, kata dia, meskipun harga mahal, tetapi stok cukup hingga pertengahan bulan Ramadhan.
"Stok banyak, kayanya cukup sampai pertengahan puasa nanti," ungkap dia.
Piet berharap, selama Ramadan ini pemerintah segera bertindak menangani minyak goreng yang masih mahal, sehingga harga minyak curah itu bisa kembali Rp 15 ribu, seperti apa yang menjadi kebijakan pemerintah.
"Harapan kami ya bisa seperti itu, dijual dengan harga murah karena subsidi," katanya.
Mahalnya harga minyak goreng dikeluhkan oleh ibu-ibu rumah tangga, sekaligus pembeli Nia Kurniasih (47).
Ramadhan tahun ini, Nia harus mendapatkan kenyataan bahwa minyak goreng mahal sehingga memberatkannya dari sisi ekonomi.
"Sebetulnya berat Pak makanya saya tidak banyak untuk membeli minyak, secukupnya saja," kata Nia.
Nia mengeluhkan, tahun ini dia mendapatkan kenyataan Ramadhan ”disambut” harga minyak goreng yang masih mahal, sedangan Ramadhan sebelumnya dihadapkan dengan masa pandemi Covid-19.
"Harapan kami pemerintah segera mengambil langkah atau kebijakan, untuk harga minyak agar betul-betul dirasakan subsidinya itu," ujar ibu rumah tangga ini berharap. (ujang nandar / radartasik.com)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: