Kenapa Ketupat Selalu Ada Saat Lebaran? Ini Asal Usul dan Makna Filosofinya yang Jarang Diketahui

Kenapa Ketupat Selalu Ada Saat Lebaran? Ini Asal Usul dan Makna Filosofinya yang Jarang Diketahui

Ketupat jadi hidangan khas saat perayaan lebaran di Indonesia.-Istimewa -

RADARTASIK.COM - Asal usul ketupat lebaran bukan sekadar cerita tentang makanan tradisional, tetapi jejak sejarah dakwah dan akulturasi budaya yang membentuk identitas masyarakat Jawa hingga kini.

Ketupat dikenal luas sebagai makanan khas hari raya idul fitri yang selalu hadir di meja keluarga saat momen kemenangan tiba.

Beras yang dimasukkan ke dalam anyaman janur lalu direbus hingga matang menjadi simbol yang kaya makna.

Kehadirannya saat Hari Raya Idul Fitri bukan hanya pelengkap hidangan, melainkan juga pengingat nilai kebersamaan.

Tradisi ini tumbuh kuat di Indonesia, terutama di Pulau Jawa yang memiliki sejarah panjang penyebaran Islam.

Dari sinilah ketupat kemudian berkembang menjadi bagian penting dari budaya Lebaran. 

BACA JUGA:THR Siap Cair! Ini 11 Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik untuk Lebaran 2026 dengan Spek Kencang dan Layar Mulus

Sejarah mencatat bahwa tradisi ketupat lebaran berkaitan erat dengan dakwah Sunan Kalijaga.

Beliau merupakan salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di pulau jawa melalui pendekatan budaya.

Alih-alih menghapus tradisi lama, Sunan Kalijaga memadukan nilai Islam dengan budaya Hindu yang telah lebih dulu berkembang.

Pendekatan ini melahirkan akulturasi yang membuat ajaran Islam lebih mudah diterima masyarakat.

Salah satu hasilnya adalah pengenalan Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dirayakan sepekan setelah Idul Fitri.

Pada momen itulah masyarakat menganyam janur dan menyiapkan ketupat sebagai bagian dari perayaan. 

BACA JUGA:Kabar Kurang Sedap Jelang Lebaran 2026, Harga BBM Naik Per 1 Maret 2026

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait