Berbagi Jadi Budaya di Sekolah

Berbagi Jadi Budaya di Sekolah

RadarTasik, Banjar – Berbagi dengan sesama sudah menjadi budaya yang setiap tahun dilaksanakan UPT SD Negeri 1 Banjar. Guru-guru di SD tersebut mengarahkan supaya siswanya mau menyisihkan sebagian uang jajannya untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.


“Ini kebiasaan kami yang sudah membudaya dan berjalan setiap tahunnya. Kami menumbuhkan karakter berbagi peduli kepada sesama bagi anak didik kami, sehingga kelak ketika sudah dewasa dan berbaur di lingkungan masyarakat, mereka (siswa) memiliki rasa peduli kepada warga yang membutuhkan,” kata Kepala UPTD SD Negeri 1 Banjar Hj Ikah Kartikah, Jumat (22/4/2022).


Terlebih pada bulan Ramadan, kata dia, kesempatan untuk berbagi harus dimanfaatkan dengan baik karena pahala yang didapat akan dilipatgandakan. “Dari pembiasaan ini kita jadilah program setiap bulan Ramadan, kita berbagi untuk yatim dan duafa serta pengayuh becak yang ada di sekitar lingkungan sekolah,” ujarnya.


Dia mengatakan ada sekitar 68 yatim dan duafa yang diberikan santunan uang tunai dan bingkisan dari hasil donasi siswa, orang tua, dan guru. “Ada juga orang tua siswa yang terpisah memberikan tambahan santunan langsung kepada anak yatim,” kata Ikah Kartikah.


Ia berharap, dengan program itu siswanya bisa mendapatkan pengalaman luar biasa yang akan melekat menjadi kepribadian yang baik dalam berbagi kepada sesama. Karena, kata dia, dengan berbagi akan menambah rezeki dan juga akan membantu meringankan sesama yang membutuhkan.


“Selain program berbagi rutin tiap tahun ini, kami juga membuat program di sekolah, yakni khusus siswa kelas enam diharuskan menghafal salat sunat mayit. Karena saat ini sudah jarang orang yang bisa hafal salat sunat jenazah ini. Kemdian untuk para gurunya yakni one week one juz membaca Al-Quran,” katanya.


Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Surdam melalui Kasi Sekolah Dasar Tarman mengatakan, kecerdasan yang dimiliki peserta didik tidak hanya kecerdasan intelektual. Tetapi juga kecerdasan sosial.


“Kecerdasan sosial ini terasah melalui kegiatan berbagi dengan sesama, khususnya kepada yang tidak mampu. Kegiatan di UPTD SDN 1 Banjar ini pun merupakan salah satu inisiatif yang sangat baik serta menjadi salah satu indikator kecerdasan sosial mereka,” katanya.


Terlebih lagi, kegiatan berbagi ini mampu mensinergikan berbagai elemen, baik kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, bahkan para donatur.

“Melalui kegiatan ini, semua warga sekolah yang memiliki kemampuan lebih menunjukkan empati dan kepeduliannya dengan membagikan sebagian rezeki atau uang sakunya untuk dibagikan kepada mereka yang tidak mampu, khususnya yatim piatu dan para duafa di UPTD SDN 1 Banjar dan di lingkungan sekitar UPTD SDN 1 Banjar,” katanya. (cep)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: