Warga Binaan Lapas Produksi Gerobak Jualan

Warga Binaan Lapas Produksi Gerobak Jualan

RadarTasik, Banjar – Warga binaan di Lapas Klas IIB Kota Banjar mampu memproduksi gerobak jualan yang siap dipasarkan. Tak hanya dijual, tiga buah gerobak diberikan pihak Lapas kepada pelaku UMKM sebagai bukti produksi warga binaan tidak main-main dan siap digunakan berjualan.


“Pemberian tiga buah gerobak jualan ini sekaligus pemberian paket sembako kepada masyarakat kecil dalam rangka Hari Amal Bakti Pemasyarakatan ke-58,” kata Kepala Lapas Klas IIB Kota Banjar Muhammad Maulana, Jumat (22/4/2022).


Menurut dia, pembuatan gerobak jualan oleh warga binaan hasil dari kerjasama dengan Disnaker Kota Banjar. Warga binaan sebelumnya diberikan ilmu dan keterampilan membuat gerobak kayu yang hasilnya siap jual. “Proses pembinaan ini tidak akan bisa berjalan apabila hanya mengandalkan warga binaan pemasyarakatan maupun petugas Lapas tanpa melibatkan masyarakat dan dinas terkait,” ujarnya.


Maulana berharap masyarakat bisa membuang jauh-jauh image negatif terkait lingkungan Lapas. Untuk itu, pihaknya membuka lebar-lebar kesempatan bagi masyarakat berkunjung ke kawasan Lapas. Kemudian melihat berbagai produk hasil warga binaan.


“Kami berupaya dengan diberikannya lahan yang luas wilayah oleh Pemkot Banjar untuk menciptakan kawasan Lapas sebagai sarana wisata alam yang bisa dikunjungi masyarakat dan tak memberikan kesan yang menakutkan,” ujarnya.


Kalapas menyebut, untuk menjalani hidup dan penghidupan warga binaan, pihaknya harus memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. “Untuk itu, sebagai bukti kepedulian kami terhadap masyarakat, baik itu warga binaan maupun masyarakat di sekitar Lapas maka kami melakukan bersih-bersih wilayah Lapas dan memberikan baksos maupun gerobak hasil dari pelatihan dari BLK terhadap warga binaan agar bisa menjadi bekal saat kembali ke lingkungan masyarakat,” tuturnya.


Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana mengapresiasi atas apa yang telah diberikan Lapas Banjar. Menurutnya, ini adalah bentuk sinergitas.


“Jadi artinya ini adalah kolaborasi yang luar biasa, sehingga warga binaan memiliki skill yang bisa diterapkannya saat terjun ke masyarakat nanti sebagai bekal hidupnya,” katanya.


Nana menyebutkan saat ini Kemenkumham telah merubah pandangan Lapas, dimana Lapas tidak lagi menakutkan.

“Begitu pula dengan warga binaan yang selama ini telah mempertanggungjawabkan perbuatannya selama di bawah binaan Lapas dan harapan kami agar masyarakat untuk membuka pintu selebar-lebarnya kepada mereka, karena warga binaan ini telah menjalani pertanggungjawabannya selama di dalam dan dibekali berbagai ilmu untuk memperbaiki diri,” ujarnya. (cep)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: