Belajar Kreatif pada Masa Pandemi
Senin 14-03-2022,17:40 WIB
Reporter:
syindi|
Editor:
radartasik.com, Memanfaatkan dan memaksimalkan waktu selama diberlakukan pembelajaran
tatap muka (PTM), kelas 2 SD Negeri 2 Raharja berupaya menumbuhkan jiwa
kreatif sejak dini. Di antaranya, siswa diajarkan menimbang secara
akurat dengan berbagai jenis timbangan.
Kepala UPTD SDN 2
Raharja Ade SPd melalui guru kelas 2 SD Negeri 2 Raharja Maryana Hesti
Kusumawati SPd mengatakan, kegiatan anak-anak bisa menimbang dengan
akurat dengan berbagai jenis timbangan itu merupakan pembelajaran
berbasis proyek, agar siswa bisa lebih memahami keakuratan sebuah
timbangan.
Hal ini, kata dia, penting, lantaran timbangan tidak bisa
lepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Dalam
Merdeka Belajar, guru dituntut kreatif dan membuat pembelajaran berbasis
proyek agar semua murid bisa kreatif, berkolaborasi dengan temannya
juga pembelajarannya lebih kontekstual. Salah satunya dengan mengajarkan
siswa praktik di dalam ruang kelas untuk mehami suatu materi, contohnya
timbangan,” katanya (13/3/2022).
Maryana menjelaskan,
pembelajaran di ruang kelas diharapkan bisa mewujudkan profil pelajar
Pancasila. Kegiatan pembelajaran seperti ini juga nantinya jadi tuntutan
dalam Kurikulum Merdeka yang akan dimulai tahun 2022.
“Saat
ini guru dituntut lebih kreatif dalam mengajar siswa, apalagi momen
belajar secara tatap muka di sekolah sangatlah berharga karena dengan
kondisi pandemic anak-anak (siswa) harus rela belajar di rumah secara
daring. Makanya sehebat apapun kurikulum yang baru nantinya, jika
gurunya tidak kreatif maka percuma,” katanya.
Sementara
itu, saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) masih dilakukan sebanyak 50
persen jumlah siswa. Sedangkan sisanya melakukan pembelajaran jarak jauh
(PJJ).
“Sekarang sekolah diberlakukan 50:50, artinya 50
persen PTM dan 50 persen lagi pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Diberlakukan mulai 12 Februari, berakhirnya hingga ada aturan terbaru
lagi,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan dan
Kebudayaan Kota Banjar, Surdam.
Ia menjelaskan, PTM 50
persen lantaran lonjakan kasus Covid-19 juga meningkat. Sehingga
pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan pembatasan jumlah siswa yang
belajar untuk mengantisipasi kasus Covid-19.
“Dari sisi
aturan juga untuk level dua itu untuk pembelajaran siswa (PTM) maksimal
50 persen. Kalau sebelumnya pernah 100 persen, kemudian maksimal 75
persen dan sekarang 50 persen,” katanya.
Sebelumnya,
banyak pihak yang menyambut baik ketika Pemkot Banjar memberlakukan PTM
100 persen, termasuk guru sekolah dasar. Para guru di Kota Banjar
mengaku kembali bergairah dalam mengajar siswa.
“Harapan
kami proses belajar mengajar dilaksanakan di sekolah secara tatap muka
karena kurikulumnya akan tersampaikan secara maksimal. Berbeda dengan
belajar secara daring, banyak keterbatasan,” kata salah satu guru kelas 1
SD Islam Terpadu Uswatun Hasanah Kota Banjar, Deka Laelasari SPd. (cep)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: