Badan Penanggupangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Kota Banjar mencatat, dari 59 bangunan yang terdampak, di antaranya 57 bangunan termasuk rumah tinggal, warung hingga kantor mengalami rusak ringan hingga sedang. Sedangkan bangunan yang mengalami rusak berat sebanyak 2 unit.
“Jumlah yang rusak ringan hingga sedang ada 57 bangunan, yang rusak beratnya ada dua bangunan. Kami sampai sekarang (kemarin, Red) masih mencatat dan mendata bangunan lainnya yang sama-sama terdampak.
Kerusakan bangunan disebabkan karena
angin kencang dan sebagian lagi karena tertimpa pohon yang tumbang,” kata Kepala Pelaksanan BPBD dan Damkar Kota Banjar Kusnadi, Rabu (26/1/2022).
Ia mencatat, data sementara kerusakan bangunan di Kecamatan Banjar sebanyak 13 unit, Purwaharja 45 unit dan Langensari sebanyak 1 unit. “Evakuasi material bangunan terus dilakukan dan bu wali kota juga ikut turun mengecek langsung ke lokasi-lokasi bangunan rumah yang rusak akibat
angin kencang itu,” kata Kusnadi.
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan yakni milik Ros Rosini di Lingkungan Wargamulya RT 22 RW 10 Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja.
“Pada saat kejadian, saya sedang berteduh di rumah tetangga. Karena saya takut rumah saya ambruk, soalnya rumah saya ini sudah tua,” kata Ros.
Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengaku prihatin atas musibah yang terjadi pada Selasa itu. Orang nomor satu di Kota Banjar ini menginstruksikan perangkat daerah terkait seperti kelurahan, BPBD serta Dinas PU Kota Banjar melakukan langkah cepat untuk membantu para korban.
“Nanti dari pihak kelurahan segera mengajukan bantuan kepada perangkat daerah terkait untuk menangani rumah-rumah yang rusak ini,” katanya. (cep)