Satreskrim Polres Banjar Sebar Identitas 2 Santri ke Polsek-Polsek

Satreskrim Polres Banjar Sebar Identitas 2 Santri ke Polsek-Polsek

Radartasik.com, BANJAR -  Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Nandang Rokhmana SH MH akhirnya turun tangan melakukan pencarian terhadap dua santri yang masih kabur. 

"Itu patut diduga, mereka lari kemana. Upaya kita dengan sebar informasi ke grup polsek-polsek mohon bantuannya," kata dia kepada wartawan, Kamis (25/11/21). 

Kasat Reskrim menduga, tindakan nekat kedua santri yang kabur dipengaruhi banyak faktor. Alasan ini dikemukakannya mengingat kedua santri tersebut merupakan anak di bawah umur. Dia khawatir, keduanya dipengaruhi isu-isu negatif dari luar.

“Bisa saja mereka dipengaruhi oleh ajakan. Baik dari rekannya, melalui media sosial atau lainnya. Maka perlu adanya benteng diri, agar mereka tidak mudah kabur. Salah satunya peran dan kepedulian orang tua dan masyarakat sekitar," imbuhnya. 

Diberitakan sebelumnya, santri Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo Kecamatan Langensari Kota Banjar, yang kabur sejak 28 Oktober lalu, dua diantaranya sudah ditemukan di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Dua lainnya masih dalam pencarian. 

Zainuri sudah dijemput pihak pesantren bersama orang tuanya pada Selasa (23/11/2021) malam. Kini remaja 14 tahun itu hidup bersama keluarganya di Desa Sukanagara Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.

Saat meninggalkan pesantren, Zainuri bersama Dika Aprianto, warga Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap dan Hasan Abdulah, warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Ketua Keamanan Pusat Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo Fadil ikut menjemput Zainuri ke daerah Maos. Fadil menceritakan kisah Zainuri sejak kabur hingga kembali ditemukan.

Fadil menjelaskan Zainuri bersama teman-temannya berniat kabur hanya selama tiga hari. Dari pesantren, mereka pergi ke daerah Sidareja Kabupaten Cilacap.

Dari sana, Zainuri dkk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Untuk mencapai daerah istimewa itu, mereka menumpang dari mobil satu ke mobil lain yang menuju arah Yogya.

Sekitar satu hari mereka berada di daerah Sultan Hamengkubuono itu. Akhirnya, mereka kembali ke Sidareja dengan cara yang sama seperti saat berangkat ke Yogya. (anto sugiarto/radartasik.com) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: