ODHA Meninggal Dunia Bertambah Akibat Anggaran Penanggulangan HIV-AIDS Minim

 ODHA Meninggal Dunia Bertambah Akibat Anggaran Penanggulangan HIV-AIDS Minim

Radartasik.com, BANJAR — Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar H Nana Suryana menyayangkan minimnya anggaran penanggulangan HIV-AIDS tahun 2021.

”Dari pengajuan Rp 200 juta hanya dikasih Rp 50 juta untuk satu tahun penanganan HIV-AIDS. Ini kan tidak sampai kemana-mana. Oleh biaya operasional sekretariat juga kurang,” kata dia kepada wartawan, Kamis (25/11/2021). 

Artinya, sambung dia, antara perencanaan dengan penganggaran ini tidak balance. Sehingga, KPA Kota Banjar tidak bisa maksimal melaksanakan kegiatan.


Kendala lain di lapangan, tambah dia, bertambahnya kasus orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang meninggal dunia di Kota Banjar. Ada sekitar 17 orang.


”Itu akibat minimnya anggaran penanganan HIV-AIDS. Dan, fokus terhadap penanganan Covid-19, sehingga yang lain terabaikan,” tegas pria yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Banjar ini.

Ke depan, dia akan berupaya menangani dengan serius HIV-AIDS di Kota Banjar. Terlebih, HIV-AIDS saat ini sudah menyasar usia produktif, bahkan ada juga yang pelajar.


Upaya menekan kasus HIV-AIDS, kata dia, perlu dilakukan kolaborasi antar-stakeholder, dibentuk rencana kerja yang matang pada tahun 2022 dan didukung dengan anggaran yang cukup.

”Salah satunya dengan memberikan edukasi ke pelajar agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” imbuh politisi senior PDI Perjuangan ini. 

Untuk mewujudkan hal itu, tegas dia, tentu harus ada penganggaran sehingga perencanaan yang sudah matang tidak jadi sia-sia.

Perencanaan dan penganggaran, ujar dia, harus seimbang dan mudah-mudahan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Kota Banjar dan penguasa anggaran paham betapa pentingnya penanganan HIV-AIDS saat ini. 

”Terlebih ada 60 warga Kota Banjar yang terjangkit HIV-AIDS tapi hanya 36 orang yang berobat. Sisanya tidak berobat karena malu dan terkendala dana. Maka perlu solusi,” tandasnya. (Anto Sugiarto / Radartasik.com)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: