GARUT KOTA — Pemerintah Kabupaten Garut akan mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat RT maupun RW. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi penyebaran penularan Covid-19 di lingkungan masyarakat, terutama saat Hari Raya Idul Fitri.
“Satgas ini untuk mengontrol masyarakat, terutama yang baru bepergian dari luar kota. Jadi ketika ada masyarakat yang baru datang dari luar kota langsung diperiksa,” ujar Rudy kepada wartawan, Minggu (25/4/2021).
“Nantinya ketika ditemukan ada yang positif dan terjadi outbreak bisa langsung dilakukan PPKM mikro atau lockdown tingkat RT maupun RW sesuai zonasi,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan 12 titik penyekatan di beberapa wilayah di Kabupaten Garut. Lokasi penyekatan nantinya selain dijaga pihak kepolisian dan TNI juga tim kesehatan.
“Nantinya pemudik dilakukan pemeriksaan (skrining), swab antigen. Kalau ditemukan positif kita akan karantina. Kita sudah siapkan tempatnya untuk antisipasi di Idul Fitri ini,” ujarnya.
Baca juga : Pemkab Garut Prioritaskan Vaksinasi Lansia Etnis Tionghoa
Selain mengantisipasi pemudik, pihaknya juga terus melakukan penekanan terhadap masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
“Langkah-langkah antisipasi menjelang Idul Fitri sudah dilakukan, dari sisi preventif kita melakukan promotif yaitu imbauan tetap menggunakan masker di tempat-tempat kerumunan. Kami juga melakukan kegiatan penjagaan di tempat pariwisata dan pemakaman-pemakaman yang memungkinkan banyak orang berkerumun,” katanya.
Bukan hanya itu, pihaknya juga melarang aparatur sipil negara (ASN) mudik, meski bupati memperbolehkan setiap masyarakat untuk bersilaturahmi selama masih berada di wilayah Kabupaten Garut dengan tetap menerapkan prokes. (yna)