TAROGONG KIDUL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai melakukan persiapan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat.
“Katanya kemarau saat ini akan lebih ekstrem dan panjang. Diprediksi akan terjadi hingga Desember kemarau ini,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).
Baca juga : BPBD Minta Warga Garut Siaga Cuaca Ekstrim
Selain menyiapkan sumber mata air, pihaknya akan akan melakukan penyedotan dari beberapa sungai besar untuk mengairi lahan pertanian di Garut. “Untuk mesinnya sudah diberikan kepada petani. Tinggal nanti kita berikan selangnya saja,” ujarnya.
Pihaknya melakukan antisipasi musim kemarau karena beberapa wilayah di Kabupaten Garut rawan kekeringan. “Kita lakukan antisipasi musim kemarau supaya indek pertanaman tidak terganggu,” terangnya.
Menurut dia, lahan pertanian yang bergantung pada musim hujan di Kabupaten Garut sekitar 17 ribu hektare yang tersebar di 12 wilayah di utara dan selatan.
“Total lahan pertanian ada 80 ribu hektare, 40 ribu hektarenya area pesawahan. Dari 40 ribu hektare itu, 17 ribu hektare merupakan sawah tadah hujan,” ujarnya. Rudy berharap produksi pertanian tetap terjaga meski di musim kemarau. (yna)