“Itu yang akan kita hajar di sini dengan pembangunan. Tetapi kudu gancang, murah, mudah, baik, aman,” tegasnya.
Pemanfaatan SADA JABAR nantinya tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan internal pemerintahan.
Platform tersebut juga dirancang agar warga dapat mengakses berbagai layanan publik secara lebih mandiri.
Herman membayangkan layanan digital pemerintah dapat mengikuti kebutuhan warga sejak lahir hingga memasuki masa pensiun.
“Jadi nanti rakyat Jabar mulai dari lahir, sekolah, nyari kerja, pensiun, sampai mati itu bisa mandiri,” katanya.
Berbagai layanan kependudukan juga diharapkan dapat diproses secara digital setelah seorang anak lahir.
“Pas lahir, sejam kemudian langsung datang akta kelahiran digital, NIK, nomor KIA, KK perbaikan digital,” katanya.
Warga nantinya diharapkan dapat mengurus berbagai kebutuhan pemerintahan hanya melalui perangkat smartphone.
“Jadi warga itu bisa mengurus apa pun dari smartphone,” ujarnya.
Meski begitu, layanan tatap muka tetap disiapkan bagi masyarakat yang belum memiliki akses atau kemampuan teknologi memadai.
Pemerintah juga berencana menggunakan data untuk memberikan rekomendasi yang menyesuaikan kondisi, minat, potensi dan kebutuhan warga.
Herman menilai pendekatan tersebut dapat membuat pemerintah berperan sebagai pendamping masyarakat dalam menghadapi berbagai fase kehidupan.
“Jadi apa yang harus dilakukan masyarakat di masa-masa kritis kehidupan, negara hadir melalui platform,” katanya.
Ia menekankan pelayanan publik harus bergerak dengan prinsip cepat, murah, mudah, baik dan aman.
Perubahan tersebut juga membutuhkan kesiapan aparatur agar teknologi tidak hanya dianggap sebagai urusan generasi muda.
Pemprov Jabar akan melibatkan kepala bagian untuk membantu aparatur memahami serta menggunakan SADA JABAR.