Di sisi lain, impor Jawa Barat justru turun 1,45 persen menjadi USD 6,95 miliar.
Impor nonmigas tercatat USD 6,58 miliar atau tumbuh 6,35 persen.
Sedangkan impor migas turun tajam 56,80 persen menjadi USD 376,54 juta.
Pada komoditas impor nonmigas, Mesin dan Peralatan Mekanis mengalami penurunan terbesar sebesar USD 138,48 juta atau 22,23 persen.
Sebaliknya, Mesin dan Perlengkapan Elektronik meningkat USD 245,44 juta atau 25,92 persen.
Tiongkok menjadi pemasok barang impor nonmigas terbesar Jawa Barat dengan nilai USD 2,78 miliar atau 42,14 persen.
Jepang menyusul dengan nilai USD 788,98 juta atau 11,99 persen.
Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan nilai USD 779,07 juta atau 11,84 persen.
Berdasarkan penggunaan, impor barang konsumsi tumbuh 5,73 persen.
Sementara impor bahan baku atau penolong turun 1,04 persen dan barang modal merosot 9,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.