UPDATE Harga BBM Bersubsidi Terbaru Sepulang Prabowo dari Rusia

Jumat 17-04-2026,09:01 WIB
Reporter : Ruslan
Editor : Ruslan

RADARTASIK.COM – Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Kebijakan ini dinilai memberikan kepastian bagi masyarakat khususnya kelompok yang paling terdampak fluktuasi harga energi global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto setelah melakukan kunjungan ke Rusia dan Prancis.

Dia menjelaskan kondisi pasokan energi nasional saat ini masih berada di atas batas minimum, mencakup solar, bensin dan LPG.

BACA JUGA:Daftar HP Rp3 Jutaan Terbaik April 2026, Performa Kencang dan Fitur Kamera Unggulan

BACA JUGA:Liburan ke Vietnam Lebih Hemat, Vietjet Tebar 11 Juta Tiket Promo

Karena itu, pemerintah menyepakati harga BBM subsidi akan dipertahankan hingga akhir tahun sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

Dari sisi fiskal, kebijakan ini dinilai masih aman untuk dijalankan. Hal tersebut didukung oleh harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih berada di bawah asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahlil mengungkapkan stabilitas harga BBM sangat bergantung pada pergerakan ICP. Namun, selama harga minyak mentah berada di kisaran aman, kebijakan penahanan harga BBM subsidi masih dapat dipertahankan.

Saat ini, rata-rata ICP tercatat tidak melebihi angka USD77 per barel, sehingga ruang fiskal masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas harga.

BACA JUGA:Jajaran HP Infinix Terbaik April 2026: Spek Tinggi Harga Terjangkau untuk Gaming dan Harian

BACA JUGA:Sebulan Pakai Kia Carens Generasi Terbaru, Pengguna Ungkap Fitur yang Paling Menunjang Perjalanan Jauh

Kebutuhan energi nasional masih cukup tinggi. Saat ini, konsumsi BBM Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi dalam negeri baru berkisar 600 hingga 610 ribu barel per hari. Selisih tersebut membuat impor sekitar 1 juta barel per hari masih diperlukan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap pasokan luar negeri masih cukup besar, sehingga strategi diversifikasi sumber energi terus didorong oleh pemerintah.

Selain menjaga harga, pemerintah juga memperkuat kerja sama energi internasional, termasuk dengan Rusia.

Kategori :