Waspada! Kemarau 2026 di Tasikmalaya Diprediksi Lebih Kering dan Panjang

Kamis 16-04-2026,12:01 WIB
Reporter : Ruslan
Editor : Ruslan

Sebagian besar wilayah Jawa Barat, sekitar 56 persen, diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, termasuk Sumedang, Kuningan dan Tasikmalaya. Kemudian, sekitar 30 persen wilayah lainnya akan menyusul pada Juni 2026.

Hanya sebagian kecil wilayah yang telah memasuki musim kemarau lebih awal, yakni pada April dan Maret 2026.

Adapun puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat.

Rekomendasi Antisipasi dari BMKG

Menghadapi kondisi kemarau yang lebih kering dan panjang, sejumlah langkah antisipasi disarankan. Pemanfaatan waduk dan bendungan perlu dioptimalkan, sementara pembangunan serta perbaikan embung atau tampungan air disarankan untuk dipercepat.

Langkah penanganan krisis air bersih juga perlu disiapkan, seperti distribusi air bersih dan penyediaan sumur bor darurat. Penghematan air menjadi salah satu upaya penting yang perlu diterapkan oleh masyarakat.

Di sektor pertanian, kalender tanam dianjurkan untuk disesuaikan dengan menghindari masa puncak kemarau.

BACA JUGA: 5 Pilihan Tanaman Mini untuk Kamar, Bikin Meja Lebih Estetik dan Ruangan Makin Segar

BACA JUGA: 7 Cara Merawat Philodendron Birkin untuk Pemula, Agar Tumbuh Sehat dan Daunnya Tetap Cantik

Penggunaan varietas tahan kering atau peralihan ke tanaman palawija dinilai dapat menjadi solusi. Selain itu, sistem irigasi hemat air juga disarankan untuk dioptimalkan.

Waspadai Dampak Kesehatan dan Bencana

Musim kemarau yang lebih ekstrem berpotensi meningkatkan risiko bencana seperti kekeringan dan kebakaran hutan.

Karena itu, kesiapsiagaan dari berbagai pihak dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Kapasitas air di bendungan juga perlu dijaga agar tetap mampu mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air.

Dari sisi kesehatan, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi peningkatan penyakit, khususnya infeksi saluran pernapasan akibat paparan asap. Selain itu, kualitas sanitasi perlu diperhatikan seiring berkurangnya ketersediaan air bersih.

Kategori :