BACA JUGA:Bikin Takjub! 5 Tanaman Hias Paling Aneh di Dunia, Ada yang Mirip Burung hingga Wajah Monyet
Setelah proses perkecambahan selesai, benih dipindahkan ke media tanam berupa rockwool.
Rockwool menjadi salah satu media tanam selada hidroponik yang paling umum digunakan karena mampu menyimpan air dengan baik.
Bibit selada kemudian ditempatkan di area yang cukup terang agar pertumbuhannya optimal.
Paparan cahaya perlu diberikan secara bertahap agar bibit tidak tumbuh terlalu tinggi dan lemah.
Selain itu, kelembapan rockwool harus dijaga agar bibit tidak mengalami kekeringan.
Biasanya dalam waktu 10 hingga 14 hari, bibit selada sudah memiliki beberapa daun sejati.
Pada tahap ini tanaman sudah siap dipindahkan ke instalasi hidroponik utama.
BACA JUGA:HP 1 Jutaan Paling Menarik Jelang Lebaran 2026, Speknya Ternyata Tidak Murahan
Berikut beberapa langkah cara menanam selada hidroponik menggunakan sistem sederhana yang mudah diterapkan di rumah.
• Siapkan wadah hidroponik seperti pipa, bak plastik, atau botol bekas sesuai kebutuhan.
• Isi wadah dengan larutan nutrisi hidroponik dengan takaran sekitar 4 hingga 5 ml nutrisi per liter air.
• Masukkan rockwool yang berisi bibit selada ke dalam netpot dengan posisi stabil.
• Pastikan akar tanaman menyentuh larutan nutrisi tanpa seluruh bagian akar terendam air.
• Letakkan instalasi hidroponik di tempat yang mendapatkan cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.
• Lakukan pengecekan air dan nutrisi secara rutin agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.