Wadah yang digunakan cukup fleksibel, mulai dari pot kecil hingga baki semai transparan berkubah kelembapan.
Waktu terbaik mengambil stek adalah antara Juni hingga September saat batang memasuki fase setengah berkayu.
Teknik stek semi hardwood dipilih karena relatif mudah dan tingkat keberhasilannya tinggi untuk pemula.
Batang dipotong sepanjang 7 hingga 10 sentimeter tepat di bawah ruas daun menggunakan gunting steril.
Daun bagian bawah dibuang untuk merangsang pembentukan akar pada area luka terbuka.
Bagian pangkal stek kemudian dicelupkan ke hormon perangsang akar agar pertumbuhan lebih cepat dan merata.
BACA JUGA:Agar Tanaman Bunga Sepatu di Rumah Rajin Mekar dan Nggak Cuma Rimbun Daun, Ini Caranya!
Stek ditanam setengah bagian batang untuk mencegah kelembapan berlebih di dasar wadah.
Setelah itu, wadah ditutup plastik bening atau kubah agar kelembapan tetap stabil.
Peletakan dilakukan di area terang tanpa sinar matahari langsung guna menghindari stres panas.
Dalam tiga hingga empat minggu, akar mulai terbentuk dan bibit siap dipindahkan setelah enam hingga delapan minggu.
Perawatan lanjutan dilakukan dengan pemupukan lepas lambat dan adaptasi sinar matahari secara bertahap.
Pada musim tanam berikutnya, seluruh tanaman dipindahkan ke lahan dengan jarak tanam ideal agar tumbuh merata.
BACA JUGA:Tanaman Hias Bonsai Anting Putri Kering dan Rontok? Ini Cara Tepat Menghidupkannya Kembali Hijau
Sistem irigasi tetes dipasang untuk mempermudah penyiraman dan menjaga kelembapan stabil.