RADARTASIK.COM - Kalau kamu membayangkan Vietnam hanya tentang hiruk-pikuk kota besar atau sawah hijau di pegunungan, saatnya melirik sisi lain yang tak kalah memikat.
Mui Ne menawarkan lanskap yang kontras: hamparan bukit pasir luas, garis pantai berangin, serta suasana santai khas kota pesisir.
Berada di wilayah Phan Thiet, provinsi Binh Thuan, Mui Ne dulu hanyalah desa nelayan sederhana. Kini, kawasan ini berkembang menjadi destinasi favorit wisatawan internasional tanpa kehilangan pesona lokalnya.
Resort tepi laut, deretan kafe estetik, hingga sekolah olahraga air berdiri berdampingan dengan perahu-perahu nelayan tradisional.
Bukit Pasir yang Jadi Ikon Mui Ne
Salah satu alasan utama orang datang ke Mui Ne adalah lanskap gurunnya yang unik.
White Sand Dunes – Sensasi “Gurun” di Asia Tenggara
White Sand Dunes Mui Ne menghadirkan pemandangan bukit pasir terang yang luas sejauh mata memandang. Di beberapa titik terdapat danau kecil yang membuat suasananya semakin dramatis, terutama saat matahari terbit.
Banyak pengunjung datang sebelum fajar untuk menyaksikan perubahan warna langit. Aktivitas favorit di sini antara lain naik ATV dan sandboarding.
Jika ingin pengalaman lebih tenang, kamu bisa berjalan kaki menyusuri punggung bukit pasir sambil menikmati angin pagi.
BACA JUGA:Futuristik, Agresif dan Performa Gahar, BYD Scorpio X1 2026 Cocok untuk Mobilitas Urban
Red Sand Dunes – Spot Sunset Paling Romantis
Tak jauh dari pusat area wisata, Red Sand Dunes Mui Ne menawarkan warna kemerahan yang unik, apalagi saat matahari mulai turun. Lokasinya lebih mudah dijangkau dibanding bukit pasir putih, sehingga sering jadi pilihan untuk menikmati senja tanpa harus berangkat terlalu pagi.
Pantai Berangin, Surganya Pecinta Olahraga Air
Garis pantai Mui Ne terkenal dengan angin yang relatif konsisten sepanjang musim tertentu. Kondisi ini menjadikannya salah satu spot terbaik di kawasan Asia Tenggara untuk kiteboarding dan windsurfing.
Saat musim angin tiba, langit Mui Ne akan dipenuhi warna-warni layang-layang besar milik para peselancar. Bahkan bagi pemula, tersedia banyak sekolah dan instruktur profesional yang siap membantu belajar dari nol.
BACA JUGA:Dahlan Iskan Menangkan Gugatan Atas Jawapos Terkait Sengketa Saham Radar Bogor
Selain olahraga ekstrem, kamu tetap bisa menikmati sisi santainya: berjemur, berenang, atau sekadar duduk di beach club menikmati kelapa muda sambil memandang laut.
Fairy Stream: Berjalan di Antara Tebing Warna-Warni
Atraksi unik lainnya adalah Fairy Stream Mui Ne. Ini adalah aliran sungai dangkal yang memungkinkan pengunjung berjalan kaki menyusuri air setinggi mata kaki.
Di kanan-kirinya berdiri tebing pasir dengan gradasi warna merah, putih, dan oranye. Formasi alamnya terlihat seperti lukisan abstrak raksasa. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas.
Kehidupan Lokal yang Masih Terasa
Walaupun pariwisatanya berkembang, Mui Ne tetap mempertahankan nuansa desa pesisir. Di pagi hari, kamu bisa melihat nelayan kembali dari laut dengan perahu bundar khas Vietnam.
BACA JUGA:Viral! ShortBox Aplikasi Penghasil Uang dengan Reward dari Nonton Drama
Mengunjungi pasar ikan lokal juga jadi pengalaman menarik. Di sana, hasil tangkapan segar langsung dijual dan sebagian diolah di restoran sekitar pelabuhan.
Wisata Kuliner: Surga Seafood Segar
Sebagai kota pantai, hidangan laut di Mui Ne terkenal segar dan relatif terjangkau. Udang bakar, kepiting saus asam manis, hingga kerang panggang bisa dinikmati dengan harga bersahabat.
Selain seafood, jangan lupa mencicipi Banh Xeo yang renyah serta semangkuk Pho hangat dengan kuah kaya rempah. Banyak restoran kecil keluarga yang menyajikan rasa autentik dengan suasana sederhana namun nyaman.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Periode ideal mengunjungi Mui Ne biasanya antara November hingga April. Cuaca cenderung cerah dengan angin yang cukup stabil untuk aktivitas olahraga air.
BACA JUGA:KTM 200 Duke Terbaru Meluncur, Fitur Makin Canggih dan Warna Lebih Segar
Pada bulan-bulan tersebut, peluang menikmati sunrise di bukit pasir tanpa hujan juga lebih besar. Meski begitu, Mui Ne tetap bisa dikunjungi sepanjang tahun dengan karakter cuaca yang berbeda.
Cara Menuju Mui Ne
Dari Ho Chi Minh City, perjalanan menuju Mui Ne memakan waktu sekitar 2,5 hingga 4 jam. Opsi transportasi cukup beragam, mulai dari bus sleeper, kereta menuju Phan Thiet, hingga mobil pribadi.
Dalam beberapa tahun terakhir, akses jalan semakin baik sehingga perjalanan terasa lebih nyaman dibanding sebelumnya.
Kenapa Mui Ne Layak Masuk Bucket List?
Mui Ne menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan dalam satu destinasi: pantai tropis, bukit pasir ala gurun, serta budaya lokal yang masih hidup.
Dibanding kota wisata besar seperti Da Nang atau Nha Trang, suasana di sini relatif lebih santai. Biaya akomodasi, makan, dan aktivitas pun masih tergolong ramah di kantong.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Ini 10 Rekomendasi HP Terbaik 2026 dari Harga Terjangkau hingga Flagship Gaming
Baik untuk solo traveler yang mencari ketenangan, pasangan yang ingin liburan romantis, maupun keluarga yang ingin pengalaman berbeda, Mui Ne punya semuanya.
Jika kamu ingin destinasi Asia Tenggara yang tidak terlalu mainstream namun tetap lengkap dari sisi alam dan aktivitas, Mui Ne adalah jawabannya.