Suara mesin kendaraan lain, klakson, hingga kebisingan jalanan nyaris tidak terdengar. Hasilnya, kabin terasa lebih tenang dan rileks, sangat ideal untuk perjalanan jauh.
Menariknya, fitur ini tidak mengandalkan sistem elektronik rumit, namun efeknya terasa signifikan, dan sayangnya masih jarang diterapkan di mobil listrik lain di kelasnya.
4. Layar Headunit Sunflower Screen 15,6 Inci yang Adaptif
Changan Deepal SO7 dibekali layar headunit 15,6 inci Sunflower Screen yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Jika BYD Atto 3 dikenal dengan layar yang bisa berputar vertikal-horisontal, Deepal SO7 menawarkan pendekatan berbeda.
Layar ini tetap horizontal, tetapi dapat diatur ke tiga orientasi berbeda, yaitu lurus ke depan, menghadap pengemudi, atau menghadap penumpang depan.
Meski sekilas terlihat gimmick, fitur ini justru terasa fungsional saat perjalanan jauh. Posisi layar bisa disesuaikan agar informasi tetap mudah dilihat tanpa mengganggu fokus berkendara.
5. Jarak Tempuh Panjang
BACA JUGA:Gokil! Polytron FOX-350 Tembus 350 Km Jakarta–Lampung, Nyaman untuk Wisata Jarak Jauh
Jarak tempuh Deepal SO7 cukup menjanjikan. Dengan kapasitas baterai 79,9 kWh, SUV listrik ini diklaim mampu menempuh hingga 560 km (NEDC). Angka ini penting, mengingat infrastruktur SPKLU di Indonesia masih belum merata.
Dalam pengujian rute Jakarta–Bandung–Garut, mobil menempuh 281,6 km dan masih menyisakan 46% kapasitas baterai.
Hasil ini menunjukkan efisiensi yang baik sekaligus membantu mengurangi range anxiety, salah satu kekhawatiran utama calon pengguna mobil listrik.
Changan Deepal SO7 bukan sekadar alternatif, melainkan penantang serius di segmen SUV listrik Indonesia.