Wajah Lain Rusia: Cerita Islam, Ramadhan, dan Harmoni di Negeri Beruang Merah

Senin 02-02-2026,14:40 WIB
Reporter : Denden Rusyadi
Editor : Denden Rusyadi

Kebijakan negara yang mendukung pembangunan masjid turut mempertegas posisi Islam dalam kehidupan publik.

Hal ini menciptakan iklim keberagaman yang relatif stabil di tengah masyarakat multikultural. 

BACA JUGA:Menggali Makna Mendalam di Balik Deretan Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan

Jejak sejarah Islam juga tercermin melalui masjid bersejarah di Rusia yang menjadi simbol dialog lintas bangsa dan peradaban.

Masjid Biru di Saint Petersburg, yang dikenal sebagai Masjid Soekarno, menjadi contoh nyata hubungan historis Indonesia dan Rusia.

Masjid ini tidak hanya memiliki nilai arsitektural, tetapi juga makna diplomatik dan spiritual yang mendalam.

Keberadaannya menjadi pengingat bahwa Islam di Rusia memiliki kisah panjang yang tidak terpisahkan dari sejarah dunia.

Masjid-masjid besar lainnya juga menjadi landmark penting dalam perjalanan Islam di negeri tersebut. 

BACA JUGA:Cerita Hangat Ramadhan dan Harmoni Umat Muslim di Italia, Simak Kisahnya!

Ketika Ramadhan tiba, wajah Rusia berubah menjadi ruang ibadah yang sarat makna dan kebersamaan.

Durasi puasa yang panjang akibat letak geografis tidak mengurangi semangat umat Muslim menjalankan ibadah.

Masjid-masjid ramai dengan kajian, salat berjemaah, dan kegiatan sosial yang mempererat ukhuwah.

Bazar Ramadhan dan kegiatan amal menjadi bagian dari tradisi yang dinantikan setiap tahun.

Iftar bersama berskala besar bahkan menjadikan Rusia sebagai tuan rumah buka puasa terbesar di dunia. 

BACA JUGA:Ramadhan di Negeri K-Pop: Jejak Islam, Harmoni Budaya, dan Wajah Toleransi Korea Selatan

Perayaan Idul Fitri berlangsung khidmat dengan salat berjemaah di masjid dan ruang terbuka.

Kategori :