Buka penutup box aki dan pastikan kondisi aki masih kering. Jika terdapat pasir atau lumpur, segera bersihkan.
BACA JUGA:7 Makna Logo Imlek Nasional 2026 Kuda Api yang Memadukan Filosofi Batik Nusantara
Kotoran yang menumpuk bisa merusak kekedapan box dan meningkatkan risiko korsleting pada sistem kelistrikan.
Sekalian, angkat aki untuk memeriksa bagian bawah box. Pastikan tidak ada bekas air, karat, atau kabel yang terkelupas.
Periksa juga tegangan aki. Idealnya, tegangan berada di atas 12 volt. Jika di bawah itu, sebaiknya aki segera diisi ulang atau dicas.
3. Pastikan Sistem Kelistrikan Tetap Aman
Di dalam box aki terdapat sekring dan kabel-kabel penting yang menopang sistem pengapian motor. Pastikan seluruh kabel dalam kondisi utuh, tidak sobek, dan tidak longgar.
BACA JUGA:Pasar Saham Masih Lesu, IHSG Anjlok 8 Persen, Ini Catatan Pengamat, Rosan hingga Purbaya
Membersihkan partikel kecil seperti pasir dan debu di sela-sela box aki juga penting untuk menjaga sistem kelistrikan tetap awet.
Setelah selesai, pastikan box aki ditutup kembali dengan rapat agar air tidak mudah masuk di kemudian hari.
4. Cek Air Coolant Mesin
Langkah berikutnya adalah mengecek air coolant atau cairan pendingin mesin, khususnya pada motor berpendingin cairan. Pastikan tutup tabung coolant masih rapat dan tidak ada air banjir yang masuk ke dalamnya.
Jika air coolant tercampur air kotor, sistem pendinginan mesin bisa terganggu dan berisiko menyebabkan overheat.
BACA JUGA:Cara Mudah Pesan Listrik Sementara untuk Acara atau Proyek Lewat HP
Perhatikan warna dan volume coolant. Jika terlihat keruh atau berubah warna, sebaiknya segera dikuras dan diganti dengan coolant baru.
5. Atur Ulang Jam dan Indikator Motor