Di sisi lain, S&P Global justru menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2025 sebesar 16 ribu barel per hari menjadi 730 ribu barel per hari.
Untuk kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh penurunan crude throughput China sebesar 0,9 persen secara bulanan pada November 2025 menjadi 14,86 juta barel per hari, yang merupakan level terendah dalam enam bulan terakhir.
Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 menunjukkan tren penurunan, yakni:
- Dated Brent turun USD 0,95 per barel menjadi USD 62,70 per barel
- WTI (Nymex) melemah USD 1,61 per barel menjadi USD 57,87 per barel
- Brent (ICE) turun USD 2,02 per barel menjadi USD 61,64 per barel
- Basket OPEC terkoreksi USD 2,61 per barel menjadi USD 61,85 per barel
- ICP Indonesia turun USD 1,73 per barel menjadi USD 61,10 per barel