Untuk gangguan kulit seperti kurap, daun ciplukan sering dihaluskan. Olesan alami ini digunakan pada area kulit bermasalah.
Buah ciplukan juga sering diberikan untuk membantu menurunkan demam. Konsumsi buahnya dianggap aman, terutama bagi anak-anak.
Tekanan darah tinggi turut menjadi perhatian. Rebusan daun, buah, dan akar ciplukan dikonsumsi secara rutin. Metode ini dipercaya membantu menstabilkan tekanan darah.
Manfaat lain terlihat pada gangguan saluran kemih. Air rebusan dari akar hingga pucuk tanaman dimanfaatkan untuk membantu membersihkan kencing kotor.
Dalam pengobatan tradisional, ciplukan juga digunakan untuk membantu terapi kanker payudara. Bagian pucuk muda dipadukan dengan bahan herbal lain.
Ciplukan kering juga dikenal untuk membantu mengatasi kuning pada bayi. Air rendamannya digunakan sebagai campuran mandi bayi baru lahir.
Akar ciplukan bahkan dimanfaatkan untuk kondisi darurat. Dalam praktik tradisional, abunya digunakan untuk membantu menyadarkan orang pingsan.
BACA JUGA: JLM Tancap Gas di Proliga 2026, Bank Mandiri Luncurkan Skuad Lengkap Voli Putri
Beberapa masyarakat percaya konsumsi rutin ciplukan mendukung pemulihan pascastroke. Bagian tanaman dimakan atau diminum secara berkala.
Khasiat ciplukan untuk kesehatan anak juga disebutkan. Campuran buah ciplukan dengan jeruk nipis dipercaya membantu mendukung kecerdasan.
Untuk penderita diabetes, ciplukan kerap digunakan sebagai herbal pendamping. Rebusan batang dan akar diminum beberapa kali sehari.
Manfaat lain terlihat pada nyeri persendian. Daun ciplukan yang dicampur kapur sirih digunakan sebagai baluran alami.
Kadar kolesterol juga menjadi perhatian. Konsumsi daun ciplukan dalam jumlah tertentu dipercaya membantu menurunkannya.
Ciplukan juga dimanfaatkan untuk membantu mengatasi anemia. Air rebusan batangnya diminum sebagai penambah darah.
Menariknya, seluruh bagian tanaman ciplukan disebut dapat berfungsi sebagai penawar racun. Namun konsumsinya perlu bijak.
Para ahli mengingatkan agar ciplukan tidak dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Kombinasi ini dipercaya dapat menimbulkan efek tidak diinginkan.