Salah satu hal paling menarik dari teknologi ini adalah bagaimana AI Alter Ego bisa mencerminkan kepribadian tersembunyi seseorang.
Lewat edit foto berbasis kecerdasan buatan, pengguna bisa menampilkan sisi dirinya yang jarang terlihat — sisi berani, lembut, misterius, atau bahkan penuh fantasi.
Menghadirkan Dunia Fantasi ke Dunia Nyata
Kehadiran Google Gemini AI membawa perubahan besar dalam cara kita memandang seni digital.
Kini, siapa pun bisa menjadi seniman hanya dengan menulis prompt AI yang tepat.
Bahkan orang tanpa pengalaman desain bisa membuat hasil yang tampak profesional, realistis, dan memukau.
Fenomena ini menciptakan tren baru di media sosial: AI Mirror Self Challenge.
Orang-orang berlomba membuat versi diri mereka di dunia lain —dari dunia cyberpunk, abad pertengahan, hingga dunia fantasi penuh sihir.
Setiap hasilnya menggambarkan keunikan individu, memperlihatkan bahwa di setiap manusia, ada ribuan versi lain yang menunggu untuk dieksplorasi.
Prompt:
"A hyper-realistic portrait of the user standing in a vast multiverse realm, where multiple versions of the user exist in different parallel worlds.
Each alternate self subtly reflects unique personalities and lives — one dressed in futuristic armor glowing with soft neon blue light, another in elegant ancient robes with natural textures and realistic fabric folds, and another in modern casual clothes standing confidently.
The scene blends seamlessly between worlds with natural lighting, cinematic depth, and realistic shadows.
BACA JUGA:7 Cara Tampil Mewah ala Akrobat Sirkus Cukup dengan Prompt AI
The user’s face, skin texture, and hair are clearly visible and naturally integrated into the environment without distortion or signs of AI generation.
Background transitions smoothly between futuristic cityscapes, lush forests, and cosmic skies, maintaining consistent perspective and tone.