Mereka beralasan bahwa deposit itu untuk membuka akses fitur premium atau mempercepat pencairan.
Namun setelah kamu transfer, uang kamu akan hilang dan tidak bisa ditarik kembali.
Ini adalah taktik umum dari aplikasi bodong untuk mengelabui pengguna yang kurang waspada.
Ingat, aplikasi legal tidak akan pernah meminta kamu membayar sebelum memberi hasil.
Jangan pernah transfer uang hanya karena tergiur tawaran keuntungan besar.
Jika aplikasi yang kamu gunakan meminta deposit di awal, sebaiknya segera hapus.
3. Meminta Data Pribadi Secara Rinci
Aplikasi palsu juga sering meminta data pribadi secara lengkap.
Mulai dari nama lengkap, nomor KTP, foto selfie, hingga akun media sosial kamu.
Padahal data tersebut bisa disalahgunakan untuk pencurian identitas atau pinjaman online ilegal.
Aplikasi penghasil uang sungguhan tidak pernah meminta data pribadi secara detail.
Apalagi jika kamu baru pertama kali menggunakannya dan belum mendapat hasil apapun.
BACA JUGA:15 ASN Dicoret dari Peserta PKA 2025, Kata Wakil Bupati Tasikmalaya: Saya Tidak Tahu Menahu
Jika kamu diminta mengisi data pribadi oleh aplikasi yang tidak jelas, segera hentikan prosesnya.
Jangan berikan informasi apapun yang bersifat sensitif.