Di tengah kejenuhan budaya pop dan dominasi media sosial, generasi Z mulai melirik kembali gaya hidup dan estetika grunge.
Musik indie dengan sentuhan grunge, seperti yang dibawakan oleh Beabadoobee dan Wolf Alice mendapat tempat di hati pendengar muda.
Sementara itu, TikTok dan Instagram dipenuhi konten bertagar #grungeaesthetic, memperlihatkan bagaimana flanel, jeans robek, dan suasana gelap kembali menjadi simbol ekspresi diri.
BACA JUGA:BNN Kota Tasikmalaya Ajak Semua Pihak Perangi Narkoba demi Indonesia Emas 2045
Lebih dari Sekadar Gaya, Grunge adalah Sikap Hidup
Grunge di era modern bukan cuma soal nostalgia.
Di tengah krisis iklim, tekanan sosial digital, dan keresahan mental, semangat grunge yang menolak kepalsuan serta mencari makna lewat kesederhanaan kembali relevan.
Grunge bukan tren yang lewat. Ia adalah suara kejujuran yang tak pernah mati.