“Saksi kami menolak karena proses PSU dianggap tidak jujur dan tidak adil. Kami berharap PSU menjadi jalan untuk memperbaiki demokrasi, tapi justru sebaliknya,” tutur Iwan.
Meski situasi sempat memanas saat pleno terbuka di beberapa kecamatan, Iwan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas.
“Kami ingin suasana tetap damai. Tapi praktik politik uang nyata terjadi bahkan saat hari tenang. Kami dorong masyarakat melapor ke Bawaslu, dan Gakkumdu harus bertindak tegas,” pungkasnya.