Biaya transportasi untuk impor dari negara penghasil, seperti Norwegia.
Teknologi untuk memastikan kualitas dan keamanan produk.
BACA JUGA:Cara Aman Makan Durian: Hindari Konsumsi Bersamaan dengan Makanan dan Minuman Ini
4. Dampak Perubahan Iklim
Perubahan suhu air laut akibat perubahan iklim berdampak pada siklus hidup salmon.
Faktor lain seperti polusi dan kerusakan habitat laut juga memperburuk kondisi populasi salmon, sehingga pasokannya semakin berkurang.
5. Diperlukan Impor
Ikan salmon hidup di perairan dengan suhu rendah, yaitu di bawah 20°C.
Kondisi ini memaksa banyak negara tropis, termasuk Indonesia, untuk mengimpor salmon dari negara produsen seperti Norwegia, Kanada, atau Jepang.
Proses impor ini menambah beban biaya yang memengaruhi harga jual.
BACA JUGA:Berburu Makanan Lezat di Pasar Cihapit, Surga Kuliner Tersembunyi Kota Bandung
6. Habitat yang Luas dan Tingkah Laku yang Gesit
Salmon merupakan ikan yang bermigrasi jauh dan gesit dalam pergerakannya.
Menangkap ikan ini di alam liar membutuhkan peralatan dan tenaga kerja yang tidak murah, sehingga menambah biaya produksi.
Dengan kombinasi proses produksi yang sulit, dampak lingkungan, dan permintaan konsumen yang terus meningkat menjadi alasan mengapa harga ikan salmon mahal.
Bayangkan saja, menangkap ikan yang bermigrasi jauh dan sulit dijangkau tentu lebih menantang dibanding membeli ikan biasa di pasar.