Polemik tersebut membuka diskusi lebih dalam tentang batas antara kebebasan berekspresi dan penghormatan terhadap nilai budaya.
Sebagai lembaga yang berfungsi melindungi masyarakat dari konten yang tidak sesuai, LSF berusaha menjaga keseimbangan tersebut.
Hal ini juga menjadi momentum untuk memperbarui regulasi agar lebih relevan dengan era digital.
Di sisi lain, MD Pictures sebagai produser film diharapkan lebih berhati-hati dalam menyusun strategi promosi.
BACA JUGA:Tim Gabungan Polda Jabar Temukan Pistol Pelaku Penganiayaan Adik ke Kakak di Saluran Air Tasikmalaya
Materi promosi yang tidak sesuai tidak hanya memengaruhi reputasi mereka, tetapi juga dapat membatasi akses film ke khalayak luas.