Kemudian seksi 2 sepanjang 6,9 km membutuhkan biaya konstruksi Rp2,4 triliun.
Sementara seksi 3 sepanjang 9,7 km membutuhkan biaya Rp8,02 triliun.
Sedangkan seksi 4 sepanjang 7,3 km membutuhkan biaya konstruksi sekitar Rp1,68 triliun.
Kemudian seksi 5 sepanjang 16,3 km membutuhkan biaya sebesar Rp9,07 triliun.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan sejumlah pengerjaan mulai dari feasibility study, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) hingga Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) selesai di 2023.
Sementara untuk tahun 2024 ditargetkan akan dimulai proses pengadaan tanah dan Detail Engineering Design (DED). Target terbangun operasi pada periode 2030–2034.