Di musim kemarau ini, kata dia, semua wilayah hutan rawan terjadi kebakaran akibat daun kering berguguran yang menumpuk.
”Luas hutan yang masuk wilayah kota Banjar sekitar 1.200 hektare,” tuturnya.
Dia menerangkan tahun 2017 pernah terjadi kebakaran hutan di Banjar utara. Saat itu bisa langsung ditangani oleh petugas.
Beberapa tahun ini memang tidak terjadi kebakaran hutan. Namun demikian, pihaknya tetap siaga dan selalu waspada.
Terlebih sudah memiliki sarana penunjang berupa alat pemukul api. Meski jumlahnya masih terbatas tapi bisa digunakan dalam mengendalikan kebakaran.
”Mudah-mudahan tidak terjadi kebakaran dan bisa dikendalikan. Tahun 2022 kemarin tidak ada terjadi kebakaran hutan,” ujarnya.
Dia mengimbau seluruh elemen masyarakat supaya tidak melakukan bakar-bakaran di sekitar kawasan hutan.
”Kita larang untuk melakukan bakar-bakar sisa dedaunan, terlebih masyarakat yang menggarap lahan milik Perhutani,” katanya.