“Itu adalah waktu yang tepat. Yang terpenting, saya sedih meninggalkan grup yang cantik, muda, dan antusias,” kata Danie Maldini dikutip dari SempreMilan.
“Semua orang yang bekerja di Milanello membuat Anda merasa di rumah setiap hari,” akunya.
“Tapi di La Spezia saya diterima dengan sangat baik, baik di ruang ganti maupun di kota,” lanjutnya.
Bermain bersama Spezia, gelandang serang ini mencatat 3 gol dalam 20 penampilan di liga dan Coppa Italia walaupun sering terkena cedera.
Golnya yang paling signifikan musim ini terjadi di San Siro untuk menyamakan kedudukan melawan AC Milan di bawah pengawasan ayahnya Paolo Maldini.
Daniel adalah penggemar Milan seumur hidup dan memutuskan untuk tidak merayakannya sebagai tanda penghormatan kepada klub dan para penggemar, meskipun ada teriakan dan pelukan dari rekan satu timnya.
Namun, Maldini muda merayakan golnya melawan Inter Milan pada 10 Maret lalu saat meraih hasil imbang 1-1 melawan Nerazzurri.
Daniel Maldini diketahui hanya menjalani peminjaman satu musim di Spezia dan masa depannya belum menemukan kepastian bersama Milan.
Belum diketahui apakah ia akan kembali ke Milan atau bertahan di Spezia dan mungkin dikirim dengan status pinjaman ke klub baru.
BACA JUGA:AS Roma Tawarkan Cristian Volpato untuk Pulangkan Davide Frattesi
Pemecatan Maldini Menimbulkan Kemarahan Pemain Legenda
Pemecatan Polo Maldini menimbulkan kemarahan banyak pihak dan menjadi kepergian yang menyakitkan bagi para penggemar.
Paolo Maldini telah berada di klub sepanjang kariernya, pertama sebagai pemain dan kemudian sebagai direktur sejak 2018 dan dianggap sebagai bagian kebangkitan Rossoneri saat ini.
Diawali oleh Christian Vieri yang merasa marah mendengar Maldini dipecat tetapi tidak terkejut dengan keputusan itu.
Baginya, alasan utama pemecatan Paolo Maldini karena klub tidak menghasilkan uang sesuai keinginan sang pemilik.
Tindakan pemecatan ini menurut Vieri bukanlah hal yang aneh dalam dunia sepak bola yang penuh dengan orang-orang palsu.