“Bertanya saja tidak dilarang kok,” kata Abu Nawas.
“Bisakah manusia menipu Tuhan?” sebuah pertanyaan dilontarkan murid itu.
“Bisa. Manusia bisa lakukan melalui merayu dan pujian doa,” jawab Abu Nawas.
“Sudikah guru ajarkan doa itu kepada kami,” serempak muridnya berkata setelah mendengar jawaban gurunya.
Abu Nawas pun membagi murid-muridnya kalimat rayuan kepada Tuhan:
llahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwa'alan naril jahiimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil 'adhimi.
Wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka. Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar.