BACA JUGA:TERUNGKAP Alasan R Bacok Mian Hingga Tewas: Dendam, Sakit-Sakitan Akibat Diguna-Guna Korban
Lanjut Buya Yahya, kalau melihat kejelekan orang terutama sesam umat Islam, harus sedih karena dia umat Nabi Muhammad yang melakukan kesalahan.
Sebab kalau belum merasa sedih apalagi sampai bertepuk tangan berarti tandanya iman yang keropos.
“Orang beriman itu nangis kalau melihat saudaranya terpeleset. Umat Nabi harus memiliki rasa kasih sayang,” tuturnya.
BACA JUGA:PSSI Telah Menyerahkan Jadwal Liga 1 ke Kapolri, Erick Thohir: Demi Kepastian Izin Pertandingan
Buya Yahya menuturkan sebuah kisah seorang imam di suatu kampung. Iman itu mendapat kabar seseorang tetangga kampungnya berzina.
Imam itu langsung berderai air matanya menangis. Ketika pembawa kabar bertanya kenapa imam sesedih itu.
“Apa urusannya dengan orang yang berzina itu. Apakah yang zina itu anakmu, saudaranya?” tanya orang yang memberi kabar.
BACA JUGA:Profil 2 Wonder Kid Persib Bertalenta Hebat, Asli Didikan Sepakbola Eropa, 1 Lagi Masih di Hongaria
Imam itu menjawab,”Yang aku ketahui di kampung sana semuanya umat Nabi Muhammad. Artinya yang berzina umat Nabi Muhammad. Aku tidak rela.”
Mestinya kita, tandas Buya Yahya kalau mendengar ada yang berzina, mabuk itu menangis. Jangan biasakan tertawa sambil bisik-bisik membicarakannya, menyebarkan fotonya.
Buya Yahya mengajak belajar hidup yang baik-baik. “Hilangkan penyakit ingin tahu dosanya orang. Kita mudah melupakan kesalahan orang. Memaafkan. Enak kayak di surga,” imbau Buya Yahya.
BACA JUGA:Profil 2 Wonder Kid Persib Bertalenta Hebat, Asli Didikan Sepakbola Eropa, 1 Lagi Masih di Hongaria
Orang yang suka iri, dengki, dendam, apalagi senang meliht umat Nabi Muhamad bertepuk tangan, Buya Yahya mempertanyakan keimanan orang seperti itu.
“Orang beriman itu melihat saudaranya berbuat maksiat nangis sedih seharusnya. Lalu berdoa kepada Allah mohon diampunkan dosanya orang itu dan tutup aibnya,” tandas Buya Yahya lagi.