Harapan Kanjuruhan

Rabu 05-10-2022,05:05 WIB

Penonton sepakbola (football spectators) memang unik -- terutama pendukung tim yang sedang bertanding. Berbeda dengan penonton olahraga permainan lainnya, seperti: bola basket, voli, bulutangkis, tenis, dan lainnya. Hanya klub sepakbola yang punya pendukung yang tergabung dalam bentuk semacam oraganisasi -- entah punya AD/ART atau tidak. Misalnya: The Jakmania (Persija), Bobotoh (Persib), Bonek (Persebaya), Aremania (Arema FC), dan banyak lagi lainnya. Bahkan sama-sama menonton dua tim yang bertanding dengan masing-masing 11 pemain, ternyata juga berbeda dengan penonton American Football, sepakbola Amerika. Di AS, juga Kanada, sepakbola yang di Indonesia induk organisasinya PSSI disebut "soccer". Di AS, juga Kanada, meskipun disebut "football" aturan mainnya berbeda dengan "football" yang mereka sebut "soccer". Bola yang digunakan dalam "soccer" bentuknya bulat, harus ditendang atau disundul, tak boleh menyentuh tangan kecuali tangan kiper. Sementara bola dalam "footbal" bentuknya lonjong (oval) lebih bsnyak dimainkan dengan tangan, hanya ditendang kalau ingin memasukkan ke gawang -- poin yang dihasilkan dari bola masuk gawang itu masih kalah dengan poin dari membawa lari bola hingga ke garis akhir sejajar gawang. Kembali ke soal penonton. Stadion "football" di AS, juga Kanada, biasanya lebih sesak penonton ketimbang stadion "soccer". Meski begitu belum pernah terjadi pertandingan, bahkan di babak final, yang berbuntut kerusuhan yang memakan korban jiwa. 

Fajar Priokusumo

Selain belajar dari pak Mangindaan dan pak Dahlan, jangan lupakan coach Aji Santoso. Dia sangat paham luar dalam psikologis pemain dan suporter Arema. Maka saat 3 kali Persebaya melesakkan bola ke gawang, coach Aji tidak melakukan selebrasi berlebih. Cukup duduk dan tersenyum saja di bangku cadangan. Coach Aji paham, kalau dia berselebrasi, itu artinya seperti menggarami luka. Salam dukacita untuk semua korban Kanjuruhan. Yang wafat semoga diterima amal ibadahnya. Yang masih luka semoga lekas diberikan kesembuhan. Ayo bal-balanmanehsam....

AgusSuryono

MEMBAYANGKAN SAAT SIDANG KABINET LAGI ISTIRAHAT KOPI.. MENTERI DAHLAN: Saya tidak membayangjan, saat itu Anda akan memerintahkan penonton merobohkan pagar, secara tertib, dan menjadikannya tempat duduk penonton.. MENTERI MANGINDAAN: Saya juga tidak bisa membayangkan, saar kendaraan di pintu tol macet, kemudian ada Menteri yang membuka palangnya, dan menyuruh mobil masuk tol gratis.. MENTERI DAHLAN: Lha itu saya terinspirasi keputusan Anda..

AgusSuryono

MEMBAYANGKAN SUASANA AKPOL SAAT PARA TARUNA LAGI SARAPAN.. TARUNA A:.Jam pertama mata kuliah apa ya..? TARUNA B: Pelajaran Bahasa... TARUNA A: Hah..? Bahasa apa, Inggris, indonesia..? TARUNA B: Bahasa Bola.. TARUNA A: Siapa dosennya..? TARUNA B: KomjenpolDahlanIskan..

HendriMa'ruf

Pak Dahlan kudu menulis lagi tentang musibah ini khususnya yang menyangkut pihak televisi yang menjadi faktor luar lapangan, tapi menentukan dalam hal jadwal pertandingan supaya tetap di malam hari. Apakah mereka harus juga paham bahasa bola? Mereka tahunya bahasa "rating" dan bahasa "laba".

Lagarenze 1301

Ada upaya "mengecilkan" tragedi Kanjuruhan dengan membesar-besarkan dua hal secara massif di medsos: 1. PT LIB ngotot pertandingan malam, padahal Polres dan panitia lokal sudah minta ubah jadwal ke sore. 2. Semua terjadi karena suporter masuk lapangan, kalau tidak masuk lapangan tidak akan terjadi apa-apa. Itu logika bengkok. Peristiwa utama adalah 127 orang tewas. Piye? Bisakah kita menutup mata dari aksi aparat keamanan yang bertindak represif dengan memukul dan menendang suporter hingga mereka panik dan berlarian menuju pintu keluar? Bisalah kita menutup mata dari tindakan aparat keamanan yang menembakkan gas air mata ke kerumunan Bahkan, tembakan gas ait mata diarahkan ke tribun penonton hingga membuat situasi semakin chaos, massa panik, sesak napas, berebut ingin keluar, hingga terinjak-injak dan tewas mengenaskan? Begitu banyak video amatir di medsos yang jika dirangkai bisa menggambarkan peristiwa secara utuh. Kapolres dicopot, Brimob penembak gas air mata diperiksa, kalau menurut saya, itu tidak cukup. Mana Ketua Umun PSSI yang memberi kata sambutan untuk masalah Kanjuruhan dengan kalimat "Hadirin yang berbahagia"? Mana Kapolda Jatim yang menyalahkan suporter karena masuk lapangan dan menyebut tembakan gas air mata sudah sesuai SOP? Tak cukup Kapolres dicopot dan Brimob diperiksa.....

WawanWibowo

Ngomonginsepakbola memang tidak ada habisnya,apalagi saat terjadi tragedi seperti ini,yang jelas manusia diberi 2 pilihan dari sebuah tragedi,pilihan 1 : segera mengambil langkah-langkah perbaikan, evaluasi total,mengambil pelajaran dari tragedi ini. Pilihan 2 : sibuk mencari kambing hitam dan berharap bergulirnya waktu akan melupakan. Jika memilih pilihan ke 2 resikonya tragedi bisa terulang lagi dimasa depan. Oya pak pry pagi ini memonopoli 4 komenpertama,hahaha

No Name

" Sepakbola adalah Hiburan, bukan Kuburan " Quote by HardimenKotto ( wartawan senior) semalam di CNN Indonesia 

Kelender Indonesia Lengkap

Kategori :