"Saya bingung, saya pikir setelah cobaan (cedera, red) seperti itu, tanpa merasakan posisi yang benar di atas motor, dia (Marc Marquez) mengambil risiko yang tak mungkin saya ambil," ucap Pernat dilansir Motosan.
Pernat, bahkan menyebut langkah Marquez comeback merupakan keputusan yang salah.
"(Sikap) terburu-buru itu menandakan dia putus asa, dan itu bukan cuma kesalahannya, tetapi para dokter dan tim manajer," imbuh Pernat.
Pernat tak membantah bahawa dirinya senang melihat Marquez kembali ke lintasan balap, khususnya di MotoGP 2022.
Hanya saja, dia melihat Marquez sebaiknya mengaspal paling tidak pada MotoGP Australia, 16 Oktober mendatang.
"Semoga baik-baik saja karena Marquez memberikan kehidupan pada MotoGP," tukasnya.