Potensi Bagus, Hasil Belum Maksimal

Jumat 24-06-2022,17:40 WIB
Editor : midi

Radartasik, BANJAR – Kepala Desa Binangun Bubun Sahban Farid Maruf STHi mengatakan, lahan desa seluas satu hektare kini sudah enam bulan ditanam pepaya california. Namun hasilnya kurang maksimal lantaran bibit pepayanya bukan asli dari pengembangan pepaya california.

Ia berharap ke depan ada bantuan pemberian bibit dari Pemerintah Kota Banjar untuk memaksimalkan potensi pertanian.

“Potensinya bagus, namun kendalanya bibit yang kurang maksimal. Saat ini sudah tiga kali panen, seminggu sekali panennya. Hasilnya dalam satu kali panen bisa mencapai Rp 1 juta,” kata Bubun saat diwawancara melalui sambungan telepon, Kamis (23/6/2022).

Bubun menjelaskan, hasil penjualan buah pepaya itu dibagi tiga. Pertama untuk penggarap, kedua untuk pemodal dan ketiga untuk desa yang masuk menjadi PADes.

“Alhamdulillah saat ini sudah tiga kali panen dan hasilnya dibagi tiga. Kendalanya pepaya yang saat ini sudah ditanam hasil buahnya kurang maksimal. Kami ingin ada penggantian bibit yang lebih unggul dan asli pepaya calofornia. Supaya hasilnya maksimal,” katanya.

Lahan seluas satu hektare itu kondisinya bagus, tanahnya subur dan dekat dengan sumber air, sehingga memudahkan penggarap memetik hasilnya. “Dua tahun sudah harus ada pemugaran atau rehab pohon pepayanya, diganti bibit baru,” katanya.

Dia mengatakan, pemasaran papaya California tidak sulit. Sudah ada yang membeli pepaya hasil tanam di lahan desanya.

“Pemasarannya sudah jelas, langsung diambil ke sini (kebun, Red). Tinggal memaksimalkan pembibitannya agar hasilnya bisa lebih meningkat. Karena ini potensi bagus dan harus dikembangkan. Lumayan untuk penambahan PADes. Kebutuhan bibit untuk satu hektare lahan ini sekitar seribu bibit pohon pepaya,” kata dia.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Banjar Agus Kostaman mengatakan, bantuan bibit dari dinas saat ini sulit. Sebab desa sendiri memiliki kewenangan untuk pengadaan bibit dalam program ketahanan pangan.

Pihaknya mendorong agar pengadaan bibit bisa dianggarkan dari anggaran desa melalui program ketahanan pangan.

“Di desa kan ada program ketahanan pangan, jadi bisa dianggarkan melalui program itu dari dana yang dimiliki desanya. Seperti di Kecamatan Langensari, itu pembelian bibit dianggarkan oleh desa,” katanya. (cep)

Tags :
Kategori :

Terkait