radartasik.com - Motif pengeroyokan Ade Armando di depan gedung DPR/MPR saat demo mahasiswa BEM SI akhirnya terkuak.
Fakta baru itu didasarkan pada pengakuan salah satu pelaku pengeroyokan Ade Armando yang sudah ditangkap, Mohammad Bagja.
Pengeroyokan itu, dilakukan pelaku lantaran kesal dengan pernyataan Ade Armando yang disampaikan melalui media sosial.
Itu disampaikam Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Rabu (14/3/2022).
“Dalam pemeriksaan, yang bersangkutan kesal dengan apa yang disuarakan korban di media sosial,” ungkap Zulpan.
Sementara Komar, kepada penyidik mengaku ikut mengeroyok Ade Armando karena diprovokasi pihak lain yang jadi provokator di lokasi aksi demo mahasiswa BEM UI itu.
“Komarudin melakukan pemukulan ke Ade Armando karena terprovokasi dengan situasi yang ada di TKP,” jelasnya.
Sementara Dhia Ul Haq, masih belum diketahui motif melakukan pengeroyokan Ade Armando.
Sebab, guru mengaji itu masih menjalani pemeriksaan intensif setelah baru saja ditangkap di sebuah pondok pesantren di Tangerang Selatan.
“Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa intensid oleh penyidik,” tutur Zulpan.
Untuk diketahui, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka pengeroyokan Ade Armando.
Keenamnya adalah M Bagja, Komaruddin, dan Dhia Ul Haq. Dua nama pertama ditangkap tak lama setelah kejadian.
Sementara Dhia Ul Haq, baru ditangkap hari ini setelah melarikan diri dan bersembunyi di sebuah pondok pesantren di Tangerang Selatan.
Sedangkan tiga tersangka lainnya, yakni Ade Purnama, Abdul Latif dan Abdul Manaf, sudah dinyatakan buron. (ruh/pojoksatu)