radartasik.com, PANGANDARAN - Selama dua bulan terakhir, Kabupaten Pangandaran mengalami beberapa kali bencana. Akibat bencana itu, kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah.
Februari saja, kata dia, kerugian sarana dan prasarana akibat bencana alam mencapai Rp 80 juta. ”Paling banyak karena hujan disertai angin kencang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran Kustiman, Jumat (4/3/2022).
Sementara untuk gempa bumi ada 2 kejadian. Tidak mengalami kerusakan, dan kebakaran 3 kejadian yang mengalami 2 rusak berat. Jumlah bencana alam pada Januari 2022 ada 13 kali.
Rincian kategori rusak berat ada 2 di Kecamatan Sidamulih dan Kecamatan Pangandaran. Rusak sedang 1, rusak ringan 16. Ada 20 kepala keluarga dan 56 korban jiwa yang terdampak bencana alam.
Jumlah bencana alam pada Januari sampai Februari 2022 ada 26 kejadian. ”Jumlah kerugian pada bulan Februari apabila ditaksir mencapai Rp 80.050.000. Jumlah itu lebih sedikit dari bulan Januari yang mencapai Rp 203.900.000, kerusakan terbesar tetap akibat angin topan. Sehingga total kerusakan Januari-Februari mencapai Rp 284.400.000,” terangnya.
Dia mengatakan dalam dua bulan terakhir terjadi peningkatan cuaca yang cukup ekstreme. ”Tapi kita bersyukur dengan sekian banyak kejadian tidak ada korban jiwa dan tidak ada yang signifikan,” jelasnya.
Ia berharap cuaca ekstreme cepat reda dan tidak ada kerugian besar yang ditimbulkan. ”Mudah-mudahan saja bisa berkurang,” katanya.