radartasik.com, SOLO — Sikap Joko Suyanto, dalang asal Solo, Jawa Tengah, sedikit berbeda dengan sejumlah pihak dalam menilai pernyataan Ustaz Khalid Basalamah terkait wayang.
Joko Suyanto menilai pernyataan Ustaz Khalid Basalamah terhadap tradisi wayang tidak perlu dibuat geger.
Dia menyampaikan hal itu lantaran selama dirinya hidup, sikap-sikap seperti yang ditunjukkan Ustaz Khalid Basalamah bukanlah yang pertama.
”Sikap-sikap itu termasuk ekstrem kanan, dan sejak dulu sudah ada,” ungkap pria yang akrab disapa Yanto itu saat diwawancarai JPNN.com, Jumat (18/2/2022).
Namun, pria yang juga berprofesi sebagai Dosen Institut Seni Indonesia itu bertanya-tanya terkait maksud pernyataan pendakwah itu.
Sepanjang yang dia tahu, dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah tidak pernah mempermasalahkan tradisi wayang.
”Saya sendiri bertanya apakah forum itu adalah dakwah murni atau sudah disiapkan karena ada tendensi politik kekuasaan,” jelas dia.
Bagi pria kelahiran 1960-an itu, kejadian ini memiliki hikmah agar masyarakat semakin waspada terhadap pihak-pihak yang berupaya mencerabut akar kebudayaan.
Dia mengungkapkan wayang pada masa Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga adalah media dakwah untuk menyebarkan Islam.
Dilaporkan
Di tempat lain, Sandy Tumiwa melaporkan Ustaz Khalid Basalamah ke Bareskrim Polri. Bareskrim Polri telah menerima laporan yang dilakukan artis Sandy Tumiwa terhadap Ustaz Khalid Basalamah, terkait dugaan ujaran kebencian.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan laporan ini teregister dengan nomor: LP/B/0069/II/2022/SPKT Bareskrim tanggal 17 Februari 2022.
”Pelapornya adalah saudara ST (Sandy Tumiwa) dan terlapor inisial KB (Khalid Basalamah),” kata Ramadhan kepada wartawan, Jumat (18/2/2022).
Dalam pelaporan itu, Khalid Basalamah diduga melakukan kejahatan ujaran kebencian dan atau penghapusan diskriminasi terhadap ras dan etnis.
”Sesuai dengan Pasal 14 KUHP dan atau Pasal 15 KUHP, Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 dan Pasal 156 KUHP,” kata Ramadhan.