radartasik.com, RADAR TASIK - Masa pandemi Covid-19 bukan halangan dunia pendidikan untuk terus berprestasi. Oleh karenanya, mesti ada peran guru dalam melihat potensi minat dan bakat siswa.
Hal itu juga sedang dilakukan SDN 2 Gobras Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya yang terus menggenjot prestasi baik akademik ataupun non akademik.
Maka, ia pun terus memberikan stimulan atau motivasi kepada guru-guru agar dapat melihat peluang yang terbuka lebar dalam kegiatan prestasi, baik di online ataupun offline dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan.
“Tujuannya agar siswa dapat berprestasi di tengah pandemi, tidak memudarkan semangat untuk mencari hingga melakukan membina bakat dan minat siswa,” katanya kepada Radar, Kamis (17/2/2022).
Ia pun meminta peranan guru sebagai seorang pendidik yang ditugaskan untuk mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa. Oleh karena itu, guru harus mampu mengidentifikasi bakat setiap siswanya supaya dapat memberikan pengarahan dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki.
“Jika bakat dan minat siswa terasah dengan baik. Maka tidak akan sulit bagi siswa untuk meraih prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujarnya.
Pastinya, kata Maman, setiap tahun ada Kompetisi Sains Nasional (KSN) Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Apresiasi Bahasa dan Sastra Daerah (ABSD), Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI), hingga kegiatan lomba dari instansi pemerintah atau lainnya.
“Kita terus menggali potensi anak agar berprestasi, agar memberikan ruang gerak siswa dalam berkarya dan prestasi. Dengan begitu bisa memberikan kesempatan untuk ikut seleksi kegiatan keprestasian, baik seni, agama, akademik dan olahraga,” katanya.
Dalam penerapannya itu, sekolah pun mampu menerima hasil. Contohnya, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti baru-baru ini berhasil mengantarkan Muhamad Ghufron Nurhadi siswa kelas 6 mendapatkan juara 3 tingkat Jawa Barat, dalam lomba azan MSC-4 MTs Mathlaul Khaer Tasikmalaya tingkat SD. Lomba itu dilakukan secara online dan offline.
“Guru agama tidak hanya mengajarkan karakter, juga mengarahkan agar para siswa berprestasi. Dengan melihat peluang bakat dan minat siswa, sehingga dapat memberikan prestasi untuk sekolah,” ujarnya.
Guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SDN 2 Gobras Ii Aisah SAg menjelaskan, keberhasilannya mengantarkan siswa berprestasi, dilakukan dengan melakukan pendalaman minat dan bakat siswa di bidang keagamaan. Setelah menemukan bibit unggul, pihaknya pun menggali siswa tersebut, dengan proses latihan secara rutin.
“Misalnya akan ada Pentas PAI, kita memberikan kesempatan siswa untuk menunjukkan minat dan bakatnya mulai dari kaligrafi, adzan, Musabaqah Hifzil Qur'an, Qasidah, Cerdas Cermat dan lainnya,” katanya.
Selain itu, pentingnya siswa mengikuti kegiatan prestasi, tidak hanya mempunyai keterampilan keagamaan saja, melainkan dapat menanamkan keberanian dan percaya diri siswa.
Kategori :